marquee

Selamat Datang di Blog Kami

welcome

Berbagi itu Indah dan Senyum itu Sedekah

Kamis, 12 Maret 2015

“ Sukses Menjadi Pendidik Menurut QS. Quraiys”




guru.JPGOleh: Robi Kurniawan

               





Guru atau istilah sekarang pendidik selalu menjadi sorotan untuk keberhasilan peserta didik dalam ranah formal ataupun non-formal. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kompetensi guru dalam berbagai aspek. Aspek Pedagogik, Profesional, dan Leadership. Kemampuan menguasai metode pembelajaran dan karekteristik peserta didik adalah termasuk kemampuan pedagogik. Sementara kemampuan ahli di bidang yang diampunya adalah bagian dari profesionalitas guru. Tidak hanya saja itu guru juga harus mampu mempengaruhi orang lain atau peserta didiknya dengan seni kepemimpinan yang dimilikinya (Leadership). Leadership adalah seni dalam memimpin atau mempengaruhi orang lain. Tentu pengaruh itu akan ada jika guru bisa melakukannya terlebih dahulu. Seorang guru yang mengajarkan tentang kebersihan sementara dia cuek dengan kebersihan tersebut, seperti keinginan mengambil sampah yang ada di sekitarnya atau ada seorang guru yang berkoar bahwa rokok itu tidak bagus bagi kesehatan, tapi dia sendiri tidak meninggalkan rokok. Maka guru seperti ini belum ada jiwa leadershipnya. Nah, Bagaimana sukses menjadi guru menurut islam?
                Pertanyaan di atas mungkin sering kita dengar dan baca. Jawabannya pun beragam yang kita dapati dari berbagai pakar pendidikan dan orang bijak. Namun sebenarnya, jika kita mau mengkaji lebih intensif dalam Alquran bahwa ada sebuah surat yang secara tekstual diperuntukkan untuk Suku Quraisy namum kontekstualnya berlaku untuk kaum muslimin secara khusus dan umumnya untuk umat lainnya.
                Allah Swt. berfirman dalam QS. Quraisy:1-4:
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (1) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (3) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (4)
1. karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[1602].
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
4. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
                Surat di atas terdiri dari empat ayat. Ayat-ayatnya secara kontekstual berisi tentang motivasi bagi seorang muslim khususnya guru untuk sukses meniru seperti kesuksesan Suku Quraisy. Dalam tulisan ini kita tidak akan membahas kelebihan Quraisy secara detail. Namum tidak ada salahnya kita mengetahui sekilas keutamaan yang diberikan Allah Swt. kepada mereka. Quraisy merupakan nama sebuah kabilah atau suku, mereka adalah anak keturunan an-Nahdhir bin Kinanah. Semuan keturunan Bani Nahdhir merupakan orang-orang yang berasla dari Quraisy, tetapi tidak bagi keturunan bani kinanah. Pendapat lain mengatakan bahwa orang Quraisy adalah anak keturunan Fihr bin Malik bin an-Nahdir. Oleh karenannya, orang yang tidak terlahir dari keturunan Fihr bukanlah kaum Quraisy. Pendapat yang paling shahih dan lebih tepat yakni Quraisy merupakan kembali berkumpul setelah tercerai berai, kata at-taqrisy artinya berkumpul dan bersatu. Allah SWT telah memberi kelebihan kepada kaum Quraisy yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelum maupun sesudahnya, Allah memberi keunggulan kepada kaum Quraisy karena berasal dari kalangan mereka, bahwa kenabian muncul di tengah mereka, penjagaan ka’bah dan pengaturan pemeliharaannya untuk orang yang memegang kuncinya.
Hadis tentang kepemimpinan dari Quraisy dapat ditemukan dalam kitab hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Salah satu hadis tersebut adalah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal sebagai berikut :
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَهْلِ أَبِي الْأَسَدِ عَنْ بُكَيْرٍ الْجَزَرِيِّ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كُنَّا فِي بَيْتِ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى وَقَفَ فَأَخَذَ بِعِضَادَةِ الْبَابِ فَقَالَ الْأَئِمَّةُ مِنْ قُرَيْشٍ وَلَهُمْ عَلَيْكُمْ حَقٌّ وَلَكُمْ مِثْلُ ذَلِكَ مَا إِذَا اسْتُرْحِمُوا رَحِمُوا وَإِذَا حَكَمُوا عَدَلُوا وَإِذَا عَاهَدُوا وَفَّوْا فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ مِنْهُمْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ.
Waki’menceritakan kepada kami (berkata) al-A’masy menceritakan kepada kami (yang berasal) dari Sahl Abi al-Asad (yang bersumber) dari Bukair al-Jazari (yang berasal) dari anas berkata : Kami (ketika) berada di rumah salah seorang sahabat Anshar, Nabi saw datang hingga berhenti kemudian memegang tiang pintu lalu bersabda :”Para imam (pemimpin) adalah dari Quraisy, Mereka memiliki hak atas kamu, dan kamu memiliki hal yang sama. Ketika kamu minta belas kasih mereka memberi belas kasih. Ketika mereka memerintah, mereka adil, dan ketika mereka berjanji, mereka menetapi. Barang siapa dari mereka yang tidak berbuat demikian maka laknat Allah dan Malaikat dan seluruh menusia untuk dia.

            Kembali ke inti tulisan ini. Untuk menjadi seorang pendidik yang sukses adalah:

a.       Kebiasaan (لِإِيلَافِ)
Kebiasaan adalah rutinitas yang dilakukan secara sadar. Kebiasaan baik yang selalu dilakukan tentu akan memberi kesan baik terhadap orang lain. Begitu juga sebaliknya jika kebiasaan buruk selalu dipupuk maka tidak hanya merugikan guru sendiri tetapi juga orang lain. Bukankah ada pepatah yang mengatakan Siapa yang menanam, ia akan menuainya nanti. Jika seorang guru menanam kelapa tentu akan memanen kelapa. Tidak mungkin seorang yang menamam cabe akan memanen durian. Buah dari kebiasaan itu akan bisa dirasakan dan dihargai jika tidak bertentangan dengan agama dan kehidupan sosial. Bisa karena terbiasa.
b.       Quraiys (قُرَيْشٍ)
Kata ini berasal dari قَرَشَ   yang bisa berarti  suka berkumpul, ikan paus, dan suka berfikiran positif.
           
            Keberhasilan seorang guru tidak terlepas dari karekter yang dimilikinya. Di antaranya suka berdiskusi, keberanian dalam menyampaikan kebenaran, dan selalu berfikir positif.
c.        Kebiasaan mereka  melakukan perjalanan di musim dingin dan panas إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ) وَالصَّيْفِ)
Ayat ini secara tekstual menjelaskan kebiasaan Suku Quraiys melakukan perjalanan dagang pada musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam (Syiria). Kebiasaan ini bukanlah hal yang isendentil atau mendadak tetapi sudah direncanakan terlebih dahulu. Seharusnya mereka melakukan perjalanan itu pada musim dingin ke Syam dan musim panas ke Yaman. Tetapi sebaliknya mereka tidak melakukan hal itu. Inilah yang namanya strategi dagang. Mereka sudah membaca peta perdagangan dan kebutuhan yang dibutuh oleh ke dua wilayah tersebut.
Seorang guru harus memiliki strategi dan wawasan. Wawasan tentu tidak hanya satu mazhab. Mereka boleh mengambil pendapat Imam Syafii, Maliki, Hanafi, dan Hanbali serta boleh menyakini satu mazhab tapi tidak fanatisme. Perbedaan tidak menjadikan polemic. Karena perbedaan hal yang unik dan menarik.
Ilustrasi strategi ini bisa kita baca cerita berikut  dan kita jadikan sebagai bahan untuk menambah wawasan dan strategi sebagai guru yang ingin sukses. Ada seorang raja yang matanya tidak ada sebelah kiri. Si raja meminta para pelukis untuk melukisnya. Sehingga dipanggil tiga orang pelukis. Pelukis pertama, coba kamu lukis saya, kata si raja. Kemudian pelukis tersebut melukis raja dengan mata sebelah kirinya tidak ada. Spontan raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk membunuhnya. Dipanggil pelukis kedua. Melihat kawannya dipancung, si pelukis kedua melukis si raja dengan kedua mata yang utuh. Kemudian si raja juga marah dan si pelukispun dipancung. Pelukis ketiga pun dipanggil. Pelukis ini berfikir dan belajar dari pengalaman dua pelukis sebelumnya ia bertanya dala hatinya, apa yang membuat mereka dibunuh?. Akhirnya pelukis tersebut melukis si raja membidik sesuatu dengan panahnya. Spontan si raja senang, karena dalam lukisan itu si raja membidik sambil memejamkan mata kirinya. Si pelukis pun tidak dibunuh tapi raja malah menikahkan putrinya dengan pelukis tersebut.
Kondisi pelukis pertama adalah orang yang jujur tidak cerdas. Pelukis yang kedua adalah oportunis (penjilat). Yang ketiga adalah jujur dan cerdas dalam melihat situasi. Keberhasilan ditentukan sejauh mana kemampuan guru mencermati kondisi dan fakta. Seperti kemampuan Suku Quraiys membaca peta perdagangan.
d.       Mengabdi kepada Yang Memiliki Kabah (فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ)
Kesuksesan tidak akan terlepas dari intervensi Allah Swt. maka tunaikanlah semua kewajiban atas
dasar keihklasan kepadaNya. Segala sesuatu yang dilakukan karena mengharap ridho ilahi, maka kegiatan tersebut akan diberkahi. Bukankah keberkahan tujuan dari kehidupan ini. Dan Allah Swr. tidak suka orang yang beramal bukan karena Allah. Bahkan amalan itu akan ditolak. Allah Swt. akan menjamin kelangsunagan hidup seseorang tersebut jika benar-benar mengabdi kepadaNya. Jaminan itua adalah:

1.       Terhidnar dari rasa lapar (الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ)
2.       Diberikan rasa aman (وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ)
Bukankah yang kita harapkan di dunia ini adalah terhindar dari kelaparan dan keamanan yang optimal. Semua itu akan terpenuhi jika pengabdian kepada Allah Swt. lebih diutamakan dari segala-segalanya. Wallahu alam
Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua. Khususnya untuk cik gu
READ MORE - “ Sukses Menjadi Pendidik Menurut QS. Quraiys”

Kamis, 18 Desember 2014

Kebatilan Doa Lintas Agama



Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Di antara keyakinan dasar dalam Islam yang harus dipegang setiap muslim, tidak ada agama yang benar di muka bumi ini selain Islam. Tidak ada lagi agama yang sah dijadikan ibadah kepada Allah selain agama Islam. Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah, Tuhan semesta alam. Dia tidak akan menerima bentuk ibadah dengan selain Islam.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85).
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85) Dan Islam setelah diutusnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah apa yang beliau bawa.
. . . tidak ada agama yang benar di muka bumi ini selain Islam. Tidak ada lagi agama yang sah dijadikan ibadah kepada Allah selain agama Islam. . .
Di antara keyakinan mendasar dalam Islam lainnya adalah setiap yang tidak beragama islam sebagai orang kafir. Baik dia dari kalangan Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, dan selainnya. Setiap orang kafir yang sudah sampai hujjah padanya berstatus sebagai musuh Allah, Rasul-Nya, dan kaum muslimin. Kalau dia mati di atasnya pasti jadi penghuni neraka. Maka siapa yang tidak meyakini bahwa pemeluk agama Yahudi, Nasrani Hindu Budha, dan selain Islam sebagai orang kafir, Musuh Allah, dan ahli neraka -jika mati di atasnya- maka ia telah kafir. Inilah sikap tegas yang wajib diyakini setiap muslim. Walaupun tidak menghilangkan bentuk toleransi membiarkan orang kafir beribadah sesuai keyakinannya dan tidak memaksa pemeluk agama lain masuk Islam.
. . . setiap yang tidak beragama islam sebagai orang kafir. . .
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. Al-Taubah: 29)
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. al-Bayyinah: 6)
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tak seorangpun dari umat ini yang beragama Yahudi dan tidak pula Nasrani yang pernah mendengar tentangku lalu dia mati dan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, kecuali dia menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)
Dari keterangan ini, siapa yang tidak mengafirkan Yahudi dan Nasrani maka ia telah kafir, karena ia telah menyalahi keterangan yang sangat jelas dari Al-Qur'an dan sunnah. Dan dalam kaidah syar’iyyah disebutkan,
من لم يُكفِّر الكافر بعد إقامة الحجة عليه فهو كافر
Siapa yang tidak mengafirkan orang kafir setelah tegak hujjah padanya maka ia kafir.
Tuntutan dari mengufuri ajaran selain Islam dan menyatakan kafir pemeluk agama selainnya adalah berlepas diri dari segala bentuk peribadatan mereka dan tidak melibatkan diri padanya. Tidak melakukan sesuatu yang menunjukkan persetujuan terhadap ajaran tersebut dan ritual ibadah di dalamnya, di antaranya tidak ikut dalam perayaan hari besar agama lain, tidak mengucapkan selamat atas hari besar mereka (seperti ucapan selamat Natal), tidak mengadakan doa bareng bersama pemeluk agama lain, dan semisalnya.
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا
Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya. Yaitu ketika mereka berkata kepada kaumnya, sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu ibadahi selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-salamanya…..” (QS. Al-Mumtahanah: 4)
Kebatilan Doa Lintas Agama
Prinsip Islam di atas tentu sangat berbeda dengan gerakan pluralisme yang sedang trend dan menjangkiti sebagian umat Islam. Bukannya mendakwahi pemeluk agama kufur untuk masuk Islam biar selamat di ahirat, malah bersama-sama dengan mereka melaksanakan ibadah bareng dan doa bersama di gereja atau tempat lainnya. Pastinya, orang-orang kafir tersebut semakin terdukung dengan keyakinan agamanya.
Kegiatan doa bersama berkonsekuensi seorang muslim tidak menyatakan salah dan kufur agama selain Islam. Sehingga perbedaan islam dan kekufuran, hak dan batil, ma’ruf dan munkar menjadi pudar. Wala’ dan bara’ sudah tidak ada. Akibatnya, kegiatan dakwah kepada Islam dan jihad untuk meninggikan kalimat Allah harus ditinggalkan. Wal ‘iyadhu billah.
Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kepada Nabi-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam agar mengajak pemeluk agama lain, khususnya ahli kita, kepada Islam. Yaitu hanya menuhankan Allah semata denga ibadah.
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إلاَّ اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ فَإن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".” (QS. Ali Imran: 64)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah menunaikan perintah ini dengan beliau mendakwahi sanak keluarganya terdekat dan manusia secara umum. Bahkan, dalam keterangan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, bahwa beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah menulis surat kepada penguasa Romawi dan Persia, kepada raja Najasyi dan segenap pungasa lalim lainnya. Isi surat beliau berisi dakwah agar menyembah kepada Allah semata dan mengakui beliau sebagai utusan Allah kepada mereka. Salah satu contohnya adalah surat beliau kepada Heraklius, penguasa Romawi:
“Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang). Surat ini dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul Allah, kepada Heraklius, penguasa Romawi. Salam kesejahteraan tercurah pada orang yang mengikuti jalan yang lurus. Adapaun selanjutnya, aku benar-benar menyeru Anda memeluk Islam. Masuk Islam-lah, pasti Anda selamat. Allah pasti akan menganugerahi Anda pahala dua kali lipat. Namun kalau Anda menolak, maka Anda bertanggung jawab akan dosa orang-orang Arison. Dan :
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إلاَّ اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ فَإن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".” (QS. Ali Imran: 64)
Jalan ini pula yang telah ditempuh para sahabat dan tabi’in. mereka menaklukkan hati musuh sebelum menjebol benteng mereka sehingga memasukkan mereka ke dalam Islam dengan berbondong-bondong. Kemudian para ulama salaf sesudah mereka mengikuti langkah-langkah mereka ini. Mereka hanya mengenal dakwah kepada Allah dengan hujjah dan argumentasi yang jelas. Jika musuh menolak, maka pedang dan kekuatanlah yang bertindak, “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (QS. Al-Anfal: 39). Mereka tidak mengenal metode baru dalam ber-Islam yang mengakui kebenaran agama lain dan berupaya mengadakan kegiatan keagamaan bersama-sama, seperti doa bersama, saling mengucapkan selamat atas hari besar antar umat beragama, dan saling menghadiri dan memeriahkannya.
. . . Kegiatan doa bersama berkonsekuensi seorang muslim tidak menyatakan salah dan kufur agama selain Islam. Sehingga perbedaan islam dan kekufuran, hak dan batil, ma’ruf dan munkar menjadi pudar. . .
Kafirnya Penyeru Doa Lintas Agama
Sesungguhnya ajakan kepada pengakuan kebenaran semua agama sehingga diwujudkan dalam doa bersama lintas agama adalah kekufuran. Jika itu dilakukan seorang muslim maka hakikatnya ia telah merobohkan bangunan Islam dalam dirinya. Sehingga ia terhitung sebagai orang yang murtad dari agamanya. Karena pondasi dasar Islam telah dia hancurkan. Ia ridha kepada bentuk kekufuran. Ia mengingkari keterangan Al-Qur'an yang menghapus semua bentuk syariat dan membatilakn semua agama kecuali Islam. Wallahu A’lam.
READ MORE - Kebatilan Doa Lintas Agama

Senin, 28 Juli 2014

Euforia Indonesia diatas Duka Gaza

Euforia Indonesia diatas Duka Gaza
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/07/17/31668/euforia-indonesia-diatas-duka-gaza/#sthash.TldPolzS.dpuf
Air mataku tak bisa lagi aku bendung ketika melihat rudal-rudal Israel memporak-porandakan pemukiman warga yang tak berdosa. Para wanita pun tunggang-langgang dibuatnya, berhamburan keluar rumah menyelamatkan anak-anak mereka. Deru langkah ketakutan saling berpacu ke segala arah. Tapi apa daya, ratusan roket Benjamin Netanyahu berlari lebih cepat. Membuntuti mereka dari segala penjuru mata angin. Mereka hanya bisa menyerah pada kematian, yang hanya berjarak satu jengkal dari urat nadi mereka. Tangan dan kaki mereka hancur, bola mata mereka keluar, isi perutpun terurai. Mereka diluluh lantahkan oleh peluru. Tubuh mereka menyatu bersama panasnya mesiu. Ratusan roket, yang “mewarnai” awan Palestina, mendarat tepat dipemukiman warga. Sontak nyawa para penghuni Gaza “ditampung” dalam dekapan erat malaikat Izrail.

Jika kita memang seorang muslim, tolong tanya sanubari kita yang paling dalam. Adakah getaran di dalam hati kita ketika melihat saudara kita dibantai secara bengis?. Jika anda bukan muslim, katakanlah anda sebagai seorang manusia biasa yang tanpa agama, bagaimana perasaan anda ketika ribuan orang menjadi tawanan di negeri sendiri? Yang menawan adalah tamu mereka. Karena jika tamu tersebut tidak diberikan tumpangan pada waktu itu, mereka akan mati mengenaskan dan musnah di daratan eropa. Dahulu diberi tumpangan dan pertolongan, kini merampok tanah dan menghabisi nyawa orang-orang yang telah menolong mereka.

    Hatiku merasa tersayat ketika melihat puluhan nyawa warga Palestina ditelan oleh roket zionis, dan sementara dua kubu (Prabowo dan Jokowi) asyik ber-euforia mendeklarasikan kemenangan masing-masing sebagai presiden di pemilu 2014. Demi sebuah kekuasaan RI 1.

Hatiku merasa tersayat ketika melihat puluhan nyawa warga Palestina ditelan oleh roket zionis, dan sementara dua kubu (Prabowo dan Jokowi) asyik ber-euforia mendeklarasikan kemenangan masing-masing sebagai presiden di pemilu 2014. Demi sebuah kekuasaan RI 1.

Jika bapak prabowo ingin menjadi presiden Indonesia, maka tunjukannlah bahwa anda memang seorang pemimpin umat islam di negeri ini. Lakukan sesuatu hal yang konkrit atas nama diri anda sendiri dahulu terhadap Palestina. Anda mantan prajurit terbaik di negeri ini, maka tunjukanlah kembali jiwa itu untuk melenyapkan penjajahan terhadap warga Palestina. Saya yakin anda terbiasa dengan bau mesiu, bau amis darah, peluru, bom, dan alat-alat militer lainnya. Tapi apakah diri anda terbiasa melihat darah umat muslim ini terus mengucur tanpa memberikan perlawanan? Kami ingin melihat jiwa ksatria anda untuk menolong kaum muslimin Palestina. Jika jiwa ksatria tak pernah diasah maka ia akan berubah menjadi jiwa yang tak berdaya. Ketika anda ingin menjadi pemimpin di Indonesia, hal itu bermakna bahwa anda bukan saja membela umat Islam Indonesia tetapi juga umat Islam di seluruh dunia, termasuk Palestina. Karena umat islam yang satu dan lainnya seperti sebuah tubuh. Jika yang satu sakit, maka yang lain pun juga akan merasakan sakit. Jika satu muslim darahnya tertumpah di Palestina, muslim di belahan dunia lainpun juga ikut merasakan tumpahan darahnya.

Begitupun juga untuk tuan Jokowi, stop dan hentikan segala macam pencitraan tuan. Mungkin sudah ratusan blusukan anda lakukan ke berbagai lembah-lembah kumuh. Tapi untuk kali ini, lakukanlah blusukan ke dalam hati kecil anda. Sekumuh apapun tempat yang pernah anda singgahi, ketahuilah wahai tuan Jokowi, hal terkumuh di dunia ini adalah hati kita sendiri. Karena hati itu merekam segala niat dan perilaku kita setiap detiknya. Jika anda berambisi menjadi pemimpin di negeri ini (yang mayoritas muslim), maka tunjukan keberpihakan anda kepada Palestina karena mereka juga muslim. Bukan hanya sekedar konferensi pers, tapi langkah nyata anda sebagai seorang muslim, tuan. Jika hal itu masih sulit untuk anda, lakukanlah langkah konkrit dari anda sebagai seorang manusia. Iya, seorang manusia yang juga merasa kecut ketika mendengar desingan peluru dan dentuman roket jika mendarat di atap rumah anda.

Indonesia perlu memberikan bantuan militer terhadap kaum Palestina. Sudah menjadi barang tentu bahwa amerika dan antek-anteknya mendukung Israel. Amerika tak berdaya ketika perekonomiannya dipegang oleh orang-orang yahudi amerika yang pro-zionis. Mengapa negara-negara barat hanya diam dan mengadakan diplomasi-diplomasi politik munafik dan murahan kepada Israel tanpa memberikan gempuran militer terhadap Israel? Tapi jika negara-negara muslim lain yang tengah dilanda pertikaian saudara, negara-negara barat dengan serta merta mengirimkan pasukannya kepada negara tersebut, yang biasanya hanya memperkeruh suasana disana. Melakukan diplomasi hanyalah memperpanjang waktu untuk melihat semakin banyak warga Palestina yang bergelimpangan menjadi mayat di jalan-jalan. Bersatunya negara-negara muslim untuk memberikan agresi militer kepada Israel merupakan sebuah cara yang pastinya ditakuti oleh kaum zionis. Karena kekuatannya tak mungkin menandingi kekuatan negara-negara muslim jika saja mereka bersatu.

Desingan peluru, dentuman roket, darah yang memuncah dari warga Palestina, hanya menjadi tontonan umat manusia di seluruh dunia. Masihkah kita tak tergerak ketika melihat hal itu melalui layar kaca TV kita dan hanya duduk manis di atas sofa yang empuk ? Bagaimana andaikata kondisi itu menimpa negeri ini dan negara-negara lain hanya menonton kita menjemput maut diujung rudal ?

Jika ratusan mayat Palestina yang bergelimpangan tak mampu lagi mendorong kita untuk memberikan pertolongan, mungkin hati kita telah mati karena sibuk mencari kekuasaan. Atau mungkin kecintaan kita kepada dunia yang membuat kita lupa akan sesama, hingga kita tak mampu lagi menghargai nyawa manusia. Sepertinya, euforia di Indonesia telah mematikan sanubari kita, hingga Gaza tetap terus mengalirkan darah segar warga Palestina yang tak berdosa.

Euforia Indonesia diatas Duka Gaza

Sahabat Voa Islam,
Air mataku tak bisa lagi aku bendung ketika melihat rudal-rudal Israel memporak-porandakan pemukiman warga yang tak berdosa. Para wanita pun tunggang-langgang dibuatnya, berhamburan keluar rumah menyelamatkan anak-anak mereka. Deru langkah ketakutan saling berpacu ke segala arah. Tapi apa daya, ratusan roket Benjamin Netanyahu berlari lebih cepat. Membuntuti mereka dari segala penjuru mata angin. Mereka hanya bisa menyerah pada kematian, yang hanya berjarak satu jengkal dari urat nadi mereka. Tangan dan kaki mereka hancur, bola mata mereka keluar, isi perutpun terurai. Mereka diluluh lantahkan oleh peluru. Tubuh mereka menyatu bersama panasnya mesiu. Ratusan roket, yang “mewarnai” awan Palestina, mendarat tepat dipemukiman warga. Sontak nyawa para penghuni Gaza “ditampung” dalam dekapan erat malaikat Izrail.
Jika kita memang seorang muslim, tolong tanya sanubari kita yang paling dalam. Adakah getaran di dalam hati kita ketika melihat saudara kita dibantai secara bengis?. Jika anda bukan muslim, katakanlah anda sebagai seorang manusia biasa yang tanpa agama, bagaimana perasaan anda ketika ribuan orang menjadi tawanan di negeri sendiri? Yang menawan adalah tamu mereka. Karena jika tamu tersebut tidak diberikan tumpangan pada waktu itu, mereka akan mati mengenaskan dan musnah di daratan eropa. Dahulu diberi tumpangan dan pertolongan, kini merampok tanah dan menghabisi nyawa orang-orang yang telah menolong mereka.
Hatiku merasa tersayat ketika melihat puluhan nyawa warga Palestina ditelan oleh roket zionis, dan sementara dua kubu (Prabowo dan Jokowi) asyik ber-euforia mendeklarasikan kemenangan masing-masing sebagai presiden di pemilu 2014. Demi sebuah kekuasaan RI 1.
Hatiku merasa tersayat ketika melihat puluhan nyawa warga Palestina ditelan oleh roket zionis, dan sementara dua kubu (Prabowo dan Jokowi) asyik ber-euforia mendeklarasikan kemenangan masing-masing sebagai presiden di pemilu 2014. Demi sebuah kekuasaan RI 1.
Jika bapak prabowo ingin menjadi presiden Indonesia, maka tunjukannlah bahwa anda memang seorang pemimpin umat islam di negeri ini. Lakukan sesuatu hal yang konkrit atas nama diri anda sendiri dahulu terhadap Palestina. Anda mantan prajurit terbaik di negeri ini, maka tunjukanlah kembali jiwa itu untuk melenyapkan penjajahan terhadap warga Palestina. Saya yakin anda terbiasa dengan bau mesiu, bau amis darah, peluru, bom, dan alat-alat militer lainnya. Tapi apakah diri anda terbiasa melihat darah umat muslim ini terus mengucur tanpa memberikan perlawanan? Kami ingin melihat jiwa ksatria anda untuk menolong kaum muslimin Palestina. Jika jiwa ksatria tak pernah diasah maka ia akan berubah menjadi jiwa yang tak berdaya. Ketika anda ingin menjadi pemimpin di Indonesia, hal itu bermakna bahwa anda bukan saja membela umat Islam Indonesia tetapi juga umat Islam di seluruh dunia, termasuk Palestina. Karena umat islam yang satu dan lainnya seperti sebuah tubuh. Jika yang satu sakit, maka yang lain pun juga akan merasakan sakit. Jika satu muslim darahnya tertumpah di Palestina, muslim di belahan dunia lainpun juga ikut merasakan tumpahan darahnya.
Begitupun juga untuk tuan Jokowi, stop dan hentikan segala macam pencitraan tuan. Mungkin sudah ratusan blusukan anda lakukan ke berbagai lembah-lembah kumuh. Tapi untuk kali ini, lakukanlah blusukan ke dalam hati kecil anda. Sekumuh apapun tempat yang pernah anda singgahi, ketahuilah wahai tuan Jokowi, hal terkumuh di dunia ini adalah hati kita sendiri. Karena hati itu merekam segala niat dan perilaku kita setiap detiknya. Jika anda berambisi menjadi pemimpin di negeri ini (yang mayoritas muslim), maka tunjukan keberpihakan anda kepada Palestina karena mereka juga muslim. Bukan hanya sekedar konferensi pers, tapi langkah nyata anda sebagai seorang muslim, tuan. Jika hal itu masih sulit untuk anda, lakukanlah langkah konkrit dari anda sebagai seorang manusia. Iya, seorang manusia yang juga merasa kecut ketika mendengar desingan peluru dan dentuman roket jika mendarat di atap rumah anda.
Indonesia perlu memberikan bantuan militer terhadap kaum Palestina. Sudah menjadi barang tentu bahwa amerika dan antek-anteknya mendukung Israel. Amerika tak berdaya ketika perekonomiannya dipegang oleh orang-orang yahudi amerika yang pro-zionis. Mengapa negara-negara barat hanya diam dan mengadakan diplomasi-diplomasi politik munafik dan murahan kepada Israel tanpa memberikan gempuran militer terhadap Israel? Tapi jika negara-negara muslim lain yang tengah dilanda pertikaian saudara, negara-negara barat dengan serta merta mengirimkan pasukannya kepada negara tersebut, yang biasanya hanya memperkeruh suasana disana. Melakukan diplomasi hanyalah memperpanjang waktu untuk melihat semakin banyak warga Palestina yang bergelimpangan menjadi mayat di jalan-jalan. Bersatunya negara-negara muslim untuk memberikan agresi militer kepada Israel merupakan sebuah cara yang pastinya ditakuti oleh kaum zionis. Karena kekuatannya tak mungkin menandingi kekuatan negara-negara muslim jika saja mereka bersatu.
Desingan peluru, dentuman roket, darah yang memuncah dari warga Palestina, hanya menjadi tontonan umat manusia di seluruh dunia. Masihkah kita tak tergerak ketika melihat hal itu melalui layar kaca TV kita dan hanya duduk manis di atas sofa yang empuk ? Bagaimana andaikata kondisi itu menimpa negeri ini dan negara-negara lain hanya menonton kita menjemput maut diujung rudal ?
Jika ratusan mayat Palestina yang bergelimpangan tak mampu lagi mendorong kita untuk memberikan pertolongan, mungkin hati kita telah mati karena sibuk mencari kekuasaan. Atau mungkin kecintaan kita kepada dunia yang membuat kita lupa akan sesama, hingga kita tak mampu lagi menghargai nyawa manusia. Sepertinya, euforia di Indonesia telah mematikan sanubari kita, hingga Gaza tetap terus mengalirkan darah segar warga Palestina yang tak berdosa.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/07/17/31668/euforia-indonesia-diatas-duka-gaza/#sthash.TldPolzS.dpuf

Euforia Indonesia diatas Duka Gaza

Sahabat Voa Islam,
Air mataku tak bisa lagi aku bendung ketika melihat rudal-rudal Israel memporak-porandakan pemukiman warga yang tak berdosa. Para wanita pun tunggang-langgang dibuatnya, berhamburan keluar rumah menyelamatkan anak-anak mereka. Deru langkah ketakutan saling berpacu ke segala arah. Tapi apa daya, ratusan roket Benjamin Netanyahu berlari lebih cepat. Membuntuti mereka dari segala penjuru mata angin. Mereka hanya bisa menyerah pada kematian, yang hanya berjarak satu jengkal dari urat nadi mereka. Tangan dan kaki mereka hancur, bola mata mereka keluar, isi perutpun terurai. Mereka diluluh lantahkan oleh peluru. Tubuh mereka menyatu bersama panasnya mesiu. Ratusan roket, yang “mewarnai” awan Palestina, mendarat tepat dipemukiman warga. Sontak nyawa para penghuni Gaza “ditampung” dalam dekapan erat malaikat Izrail.
Jika kita memang seorang muslim, tolong tanya sanubari kita yang paling dalam. Adakah getaran di dalam hati kita ketika melihat saudara kita dibantai secara bengis?. Jika anda bukan muslim, katakanlah anda sebagai seorang manusia biasa yang tanpa agama, bagaimana perasaan anda ketika ribuan orang menjadi tawanan di negeri sendiri? Yang menawan adalah tamu mereka. Karena jika tamu tersebut tidak diberikan tumpangan pada waktu itu, mereka akan mati mengenaskan dan musnah di daratan eropa. Dahulu diberi tumpangan dan pertolongan, kini merampok tanah dan menghabisi nyawa orang-orang yang telah menolong mereka.
Hatiku merasa tersayat ketika melihat puluhan nyawa warga Palestina ditelan oleh roket zionis, dan sementara dua kubu (Prabowo dan Jokowi) asyik ber-euforia mendeklarasikan kemenangan masing-masing sebagai presiden di pemilu 2014. Demi sebuah kekuasaan RI 1.
Hatiku merasa tersayat ketika melihat puluhan nyawa warga Palestina ditelan oleh roket zionis, dan sementara dua kubu (Prabowo dan Jokowi) asyik ber-euforia mendeklarasikan kemenangan masing-masing sebagai presiden di pemilu 2014. Demi sebuah kekuasaan RI 1.
Jika bapak prabowo ingin menjadi presiden Indonesia, maka tunjukannlah bahwa anda memang seorang pemimpin umat islam di negeri ini. Lakukan sesuatu hal yang konkrit atas nama diri anda sendiri dahulu terhadap Palestina. Anda mantan prajurit terbaik di negeri ini, maka tunjukanlah kembali jiwa itu untuk melenyapkan penjajahan terhadap warga Palestina. Saya yakin anda terbiasa dengan bau mesiu, bau amis darah, peluru, bom, dan alat-alat militer lainnya. Tapi apakah diri anda terbiasa melihat darah umat muslim ini terus mengucur tanpa memberikan perlawanan? Kami ingin melihat jiwa ksatria anda untuk menolong kaum muslimin Palestina. Jika jiwa ksatria tak pernah diasah maka ia akan berubah menjadi jiwa yang tak berdaya. Ketika anda ingin menjadi pemimpin di Indonesia, hal itu bermakna bahwa anda bukan saja membela umat Islam Indonesia tetapi juga umat Islam di seluruh dunia, termasuk Palestina. Karena umat islam yang satu dan lainnya seperti sebuah tubuh. Jika yang satu sakit, maka yang lain pun juga akan merasakan sakit. Jika satu muslim darahnya tertumpah di Palestina, muslim di belahan dunia lainpun juga ikut merasakan tumpahan darahnya.
Begitupun juga untuk tuan Jokowi, stop dan hentikan segala macam pencitraan tuan. Mungkin sudah ratusan blusukan anda lakukan ke berbagai lembah-lembah kumuh. Tapi untuk kali ini, lakukanlah blusukan ke dalam hati kecil anda. Sekumuh apapun tempat yang pernah anda singgahi, ketahuilah wahai tuan Jokowi, hal terkumuh di dunia ini adalah hati kita sendiri. Karena hati itu merekam segala niat dan perilaku kita setiap detiknya. Jika anda berambisi menjadi pemimpin di negeri ini (yang mayoritas muslim), maka tunjukan keberpihakan anda kepada Palestina karena mereka juga muslim. Bukan hanya sekedar konferensi pers, tapi langkah nyata anda sebagai seorang muslim, tuan. Jika hal itu masih sulit untuk anda, lakukanlah langkah konkrit dari anda sebagai seorang manusia. Iya, seorang manusia yang juga merasa kecut ketika mendengar desingan peluru dan dentuman roket jika mendarat di atap rumah anda.
Indonesia perlu memberikan bantuan militer terhadap kaum Palestina. Sudah menjadi barang tentu bahwa amerika dan antek-anteknya mendukung Israel. Amerika tak berdaya ketika perekonomiannya dipegang oleh orang-orang yahudi amerika yang pro-zionis. Mengapa negara-negara barat hanya diam dan mengadakan diplomasi-diplomasi politik munafik dan murahan kepada Israel tanpa memberikan gempuran militer terhadap Israel? Tapi jika negara-negara muslim lain yang tengah dilanda pertikaian saudara, negara-negara barat dengan serta merta mengirimkan pasukannya kepada negara tersebut, yang biasanya hanya memperkeruh suasana disana. Melakukan diplomasi hanyalah memperpanjang waktu untuk melihat semakin banyak warga Palestina yang bergelimpangan menjadi mayat di jalan-jalan. Bersatunya negara-negara muslim untuk memberikan agresi militer kepada Israel merupakan sebuah cara yang pastinya ditakuti oleh kaum zionis. Karena kekuatannya tak mungkin menandingi kekuatan negara-negara muslim jika saja mereka bersatu.
Desingan peluru, dentuman roket, darah yang memuncah dari warga Palestina, hanya menjadi tontonan umat manusia di seluruh dunia. Masihkah kita tak tergerak ketika melihat hal itu melalui layar kaca TV kita dan hanya duduk manis di atas sofa yang empuk ? Bagaimana andaikata kondisi itu menimpa negeri ini dan negara-negara lain hanya menonton kita menjemput maut diujung rudal ?
Jika ratusan mayat Palestina yang bergelimpangan tak mampu lagi mendorong kita untuk memberikan pertolongan, mungkin hati kita telah mati karena sibuk mencari kekuasaan. Atau mungkin kecintaan kita kepada dunia yang membuat kita lupa akan sesama, hingga kita tak mampu lagi menghargai nyawa manusia. Sepertinya, euforia di Indonesia telah mematikan sanubari kita, hingga Gaza tetap terus mengalirkan darah segar warga Palestina yang tak berdosa.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/07/17/31668/euforia-indonesia-diatas-duka-gaza/#sthash.TldPolzS.dpuf
READ MORE - Euforia Indonesia diatas Duka Gaza

Minggu, 29 Juni 2014

أحوال الناس في رمضان


الخطبة الأولى
الحمد لله ذي الفضل والإحسان، أهلَّ علينا شهر رمضان، وجعله موسما للعفوِ والغفران، وأشهد أنْ لا إله إلا الله وحده لا شريك له (يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ)، وأشهد أنْ محمداً عبدُه ورسوله، المبعوث إلى الثقلين الإنس والجان، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، والتابعين لهم بإحسان، وسلم تسليماً كثيرا،      أما بعد:
أيُّها النَّاس، اتقوا الله تعالى، واعلموا أنه قد حل بكم شهر عظيم، وموسم كريم، إنه: (شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ)، إنه شهر الرحمة، وشهر المغفرة، وشهر العتق من النيران، فاغتنموه قبل فواته، فإن السعيد من أغتنم أوقاته، وتاب من سيئاته، وأكثر من حسناته، والشقي من حُرم الخير، من حرمه الله هذه المواسم العظيمة فإنه هو المحروم، ليس المحروم من فاتته الدنيا، ولكن المحروم في الحقيقة من فاتته الآخرة، فاغتنموا رحمكم الله هذه الشهر، وعرفوا قدره، وقدروا له قيمته، واحترموه واشغلوا أوقاته بالطاعات والقربات فإن الفرص لا تدوم، ولا يبقى إلا الحي القيوم، فأنتم لستم تبقون ولا الشهر والأيام تبقى: (كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ*وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ).
عباد الله، إن الناس يختلفون في هذا الشهر اختلفا كثيرا فمنهم من لا يعرف هذا الشهر إلا أنه شهر لتنويع المأكل والمشارب والمطاعم فيملئ بطنه من الطعام والشراب ويكسل عن طاعة الله سبحانه وتعالى، وربما ضيع الفرائض فكيف بالنوافل، ومن الناس من لا يعرف هذا الشهر إلا أنه شهر السهر بالليل على اللهو والغفلة والإعراض والقيل والقال، وينام في النهار ولا يؤدي الصلوات المفروضة في أوقاتها ومع الجماعة، ومن الناس من لا يعرف لهذا الشهر إلا أنه شهر المسلسلات والتمثيليات والمضحكات والمسابقات، مسابقات القمار التي يعد لها أعداء الله ورسوله وأعداء المسلمين، إن أعداءكم قد تنبهوا للإضرار بكم، يعلمون أن هذا الشهر فرصتكم عند الله ويضيعونه عليكم بمثل هذه الترهات وهذه الغفلات فحذروا من ذلك، وجنبوا أولادكم هذه البرامج الساقطة التافهة المغفلة عن ذكر الله عز وجل التي تخسر
أوقاتكم، وتضيع صلواتكم، أين قيمة هذا الشهر يا عباد الله؟ من هذه الأصناف، وقليل من الناس من يوفقه الله سبحانه وتعالى لهذا الشهر: (
إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ) لكنهم الموافقون، وهم السابقون، وهم الفائزون، وهم الرابحون، وإن كانوا قليل فواحد كالآلف إن أمر عنا.
فتقوا الله، عباد الله، اغتنموا شهركم، وحفظوا أوقاتكم، وتجنبوا ما يضركم فإن الفرص لا تدوم، والأيام تنتهي، والمواسم تنقضي، حاسبوا أنفسكم مع هذا الشهر ومع غيره، فإنه ليس للإنسان من هذه الدنيا إلا ما قدمه لآخرته من صالح الأعمال، وإلا فالدنيا تزول، والإنسان يموت، والساعات تفوت، ولا يبقى إلا ما قدمه الإنسان لنفسه من خير أو شر، ليس للإنسان من هذه الدنيا إلا عمره الذي يعيشه فانظروا بماذا تفنوا أعماركم؟ وماذا تقضون ليلكم ونهاركم: (أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمْ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ).
فتقوا الله، عباد الله، أشكروا الله على أن بلغكم هذا الشهر، وسألوه أن يتمه عليكم بخير، وسألوه أن يعينكم فيه على ما يرضيه، أحذروا من التفريط والغفلة والضياع ولا تتبعوا من يصدوكم عن سبيل الله وعن طريق الصلاح والفلاح، فإن الذين يصدون عن سبيل الله كثير وكثير، ووسائل الشر تنوعت في هذا العصر وصارت تصل إلى قعر البيوت وإلى الناس في فرشهم وعلى مناماتهم.
فتقوا الله، عباد الله، كان في الزمان الأول لا يتأثر بالفتنة إلا من حضرها وذهب إليها، والآن الفتن تأتي إليكم، وأنتم في بيوتكم، وعلى فرشكم.
فتقوا الله، عباد الله، فإن الخطر عظيم، ولكن الله جعل سبب النجاة جعله في أيديكم، وهذا الشهر العظيم هو من أسباب النجاة لمن وقفه الله، هذا الشهر العظيم يهلُّ على المسلمين وهم مختلفون: (إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى) هم مختلفون في سعيهم، فمنهم المحسن في سائر سنته ويكون هذا الشهر زيادة له من الخير، ومنهم المفرط فيتنبه في هذا الشهر ويستدرك ما فاته وما نقص من عمله فيستردك ويتوب فيتوب الله عليه، ومنهم الأبق الشارد عن ربه فيرجع إلى الله ويتوب إلى الله كان قد استجوب النار فيعتقه الله من النار في هذا الشهر إذ رجع إلى الله، وتاب إليه، إن هذا الشهر يربي الناس على فعل الخير، يوقظ الناس من الغفلة، إن هذا الشهر فرصة عظيمة منحها الله لكم فاغتنموه وفقكم الله، كم من يتمنَّ بلوغ هذا الشهر اختاره الموت ولم يدركه، وكم من أدرك ولم يكمله، وكم من كمله ولم يستفد منه، فتعبروا يا أولي الأبصار، فكروا لأنفسكم، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ*وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمْ الْفَاسِقُونَ*لا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ الْفَائِزُونَ*لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُتَصَدِّعاً مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ)، بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعنا بما فيه من البيان والذكرِ الحكيم، أقولٌ قولي هذا واستغفرُ الله لي ولكم ولجميع المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنَّه هو الغفور الرحيم.

الخطبة الثانية
الحمد لله على فضله وإحسانه، واشكروه على توفيقه وامتنانه، وأشهد أنْ لا إله إلا الله وحده لا شريك له، تعظيماً لشأنه، وأشهد أنَّ محمدًا عبدُه ورسولُه، الداعي إلى رضوانه، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، وسلم تسليماً كثيرا،   أما بعد:
أيُّها الناس، اتقوا الله تعالى، صعد النبي صلى الله عليه وسلم يوما المنبر فقال: "آمِينَ آمِينَ آمِينَ"، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لما قلت كذا وكذا، قَالَ: "إن جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ، اعترضني فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ، فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَمَاتَ فَُدْخَلَ النَّارَ، قُلْ آمِينَ، فَقُلْتُ: آمِينَ، قال: ومَنْ أَدْرَكَ أبويه أو أَحَدَهما، فلم يبر بهما فَمَاتَ، فَدَخَلَ النَّارَ، قُلْ آمِينَ، فَقُلْتُ: آمِينَ، قَالَ: وَمَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ يا محمد فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ،قُلْ آمِينَ، فَقُلْتُ: آمِينَ".
فاتقوا الله، عباد الله، هذا هو شهر رمضان قدم إليكم وهو بين أيديكم وقد مكن الله لكم من استغلاله بالخير فلا تضيعوه كما ضيعتم غيره، لعلى الله أن يختم لكم بصالح الأعمال، لعلى الله أن يجعل هذا الشهر مقيضا لكم في بقية العمر، لعل هذا الشهر أن ينالكم من خيراته وبركاته ما لا تحتسبون.
فتقوا الله، عباد الله، وعظموا هذا الشهر: (ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ).
فتقوا الله، عباد الله، واعلموا أنَّ خير الحديث كتاب الله، وخير الهديَّ هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشرَّ الأمور مُحدثاتها، وكل بدعة ضلالة، وعليكم بالجماعة، فإنَّ يد الله على الجماعة، ومن شذَّ شذَّ في النار.
(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّم على عبدِك ورسولِك نبيَّنا محمد، وارضَ اللَّهُمَّ عن خُلفائِه الراشدين، الأئمةِ المهديين، أبي بكرَ، وعمرَ، وعثمانَ، وعليٍّ، وعَن الصحابةِ أجمعين، وعن التابِعين، ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يومِ الدين.
اللَّهُمَّ أعز الإسلام والمسلمين، اللَّهُمَّ أعز الإسلام والمسلمين، اللَّهُمَّ أعز الإسلام والمسلمين ودمر أعداء الدين، اللَّهُمَّ دمر أعداء الدين، اللَّهُمَّ دمر أعداء الدين، اللَّهُمَّ اجعل هذا البلد آمناً مستقراً وسائر بلاد المسلمين عامةً يا ربَّ العالمين، اللَّهُمَّ من أراد الإسلام والمسلمين بسوء فأشغله بنفسه، وصرف كيده  في نحره، وجعل تدميره في تدبيره إنَّك على كل شيء قدير، اللَّهُمَّ كف عنا بأس الذين كفروا فأنت: (أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً)، (رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)، اللَّهُمَّ أصرف عنا كيد الكائدين، ومكر الظالمين، وتدبير الفاسقين والمنافقين، اللَّهُمَّ إنا نجعلك في نحورهم فكفنا شرورهم إنَّك على كل شيء قدير، اللَّهُمَّ أنصر الإسلام والمسلمين في كل مكان يا رب العالمين، اللَّهُمَّ انصر دينك وكتابك وسنة نبيك وعبادك المؤمنين، اللَّهُمَّ أدفع عنا الغلا والوباء والربا والزنا والزلازل والمحن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا هذا خاصة وعن بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين، اللَّهُمَّ إن الكفار طغوا وبغوا وتجبروا وتكبروا وضايقوا المسلمين، اللَّهُمَّ أنزل بك بأسك الذي لا يرد عن القوم المجرمين، اللَّهُمَّ كافنا شرهم بما شئت، اللَّهُمَّ كافنا شرهم بما شئت، اللَّهُمَّ كافنا شرهم بما شئت، ودفع عنا خطرهم، اللَّهُمَّ اجعل كيدهم في نحورهم إنَّك على كل شيء قدير، (وَلا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلاَّ بِأَهْلِهِ) اللَّهُمَّ أجعل مكرهم سببا للقضاء عليهم، اللَّهُمَّ دمرهم بما صنعت أيديهم، اللَّهُمَّ إنهم اغتروا بقوتهم وسلاحهم، اللَّهُمَّ اجعله في نحورهم، اللَّهُمَّ أهدم به دوارهم، اللَّهُمَّ أكفنا شرهم إنَّك على كل شيء قدير.
عبادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)، (وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فذكروا الله يذكركم، واشكُروه نعمه يزِدْكم، ولذِكْرُ اللهِ أكبرَ، واللهُ يعلمُ ما تصنعون.
READ MORE - أحوال الناس في رمضان