marquee

Selamat Datang di Blog Kami

welcome

Berbagi itu Indah dan Senyum itu Sedekah

Kamis, 03 April 2014

Virus Bangsa' Menjangkiti Rakyat Sehingga Mudah Lupa Dosa Penguasa

'Virus Bangsa' menyerang otak rakyat Indonesia sangat hebat!!!

Mengapa?

Ada sebuah ungkapan, the short memory lost. Bangsa kita begitu mudah

lupa terhadap kejadian-kejadian yang belum lama terjadi.

Kondisi ini lalu dimanfaatkan oleh kaum VIRUS BANGSA untuk mengelabui

rakyat ini, membodoh-bodohkan mereka, menipu, menindas, dan

mengeksploitasi sedalam-dalamnya.

Para virus bangsa itu adalah: media-media massa, para pengamat politik,

para politisi, para akademisi bayaran, lembaga surve order minded, dan

sejenisnya.

Mereka ini disebut virus bangsa karena memang tidak memiliki rasa belas

kasihan sama sekali atas nasib ratusan juta anak bangsa yang menderita

akibat semua kelakuan mereka. “Selagi Gue bisa happy-happy, bodo amat

dengan rakyat. Emang mereka mikiran Gue?” Begitulah ungkapan tidak tahu

malu yang sering menjadi motto kehidupan mereka.

Sampai batas tertentu, para penipu atau virus bangsa itu sampai

meyakini hal-hal semacam ini:

“Zaman sekarang yang penting duit, duit, duit Bos. Sudahlah gak usah

munafik. Kamu suka duit juga kan. Kalo punya duit kamu bisa main cewek,

bisa makan di restoran mahal, bisa pelesir ke luar negeri, bisa belanja

barang-barang branded. Kamu juga nanti dipuja-puja keluarga besarmu,

disebut orang sukses. Kamu dielu-elukan almamatermu, didaulat memberi

orasi ilmiah, diminta mengisi acara-acara.

Kamu terhormat, mobil minimal Camry, punya kans jadi politisi Senayan,

punya banyak fans, porto folio diterima baik oleh bank, dan sebagainya.

Maka itu, sudahlah, tidak usah munafik. Dalam hidup ini jangan alim

banget. Jangan saleh banget. Kalau mau sukses, kamu harus berani kejam.

Kamu harus berani memakai manajemen mafia. Rakyat itu bodo-bodo,

sampah, tak berguna. Jalan termudah jadi orang keren, hebat, happy-

happy adalah menjual nasib rakyat dan bangsa. Persetan dengan cinta

tanah air. Persetan dengan agama. Persetan dengan dosa-neraka. Aku tak

peduli. Yang penting happy, happy, happy forever forever.”

Orang-orang begini inilah yang telah sekian lama membuat bangsa ini

menderita, susah hidupnya, melarat terus, kezhaliman merata, korupsi

menggurita. Ya karena kaum virus bangsa ini sangat banyak, ada di mana

-mana.

Mereka hidup sehari-hari seperti binatang. Tidak ada nikmat ruhani

sedikit pun dalam jiwanya. Semakin bertambah syahwat yang mereka reguk,

semakin menderita jiwanya. Mereka telah melupakan TUHAN, lalu TUHAN pun

membuat mereka lupa pada dirinya sendiri. Na’dzubillah wa na’udzubillah

min dzalik.

Apakah Anda pernah menyangka, merasa, atau menduga, bahwa kehidupan ini

sepenuhnya berada dalam kendali manusia-manusia moral rendah sejenis

itu? Apakah mereka berkuasa atas alam kehidupan ini? Apakah mereka bisa

menunda kematian atau memperlama kehidupan? Tidak sama sekali. Mereka

hanyalah obyek kehidupan. Segala hal tetap dan pasti di Tangan Allah

Ta’ala.

Manusia-manusia durjana itu bisa senang-senang, tertawa ngakak, dan

terus menipu manusia, karena belum habis jatah nikmat bagi mereka.

Pintu-pintu hedonisme terus terbuka sampai habis jatahnya.

Kalau sudah habis…hendak bersembunyi ke mana pun mereka akan dikejar

oleh tentara-tentara Allah (para Malaikat-Nya). Itu hanya menanti waktu

saja.

Kita kembali ke topik semula, rentetan panjang penipuan publik yang

biasa dilakukan kaum virus bangsa: media massa sekuler, pengamat

politik, politisi busuk, akademisi bayaran, survei abal-abal, dan

sejenisnya.

Di sini saya ingin mengajak anda2 kembali ingatkan fakta-fakta sejarah

yang sudah banyak dilupakan bangsa ini. Intinya, gegap gempita

pencitraan Jokowi saat ini, ia bukan pertama kali terjadi. Itu sudah

sering dan sering terjadi.

Mari kita buka fakta sejarah satu demi satu, bismillah…

[1]. Tahun 1998 terjadi demonstrasi massal di seluruh Indonesia.

Penggeraknya para mahasiswa kampus. Para demonstran didukung penuh oleh

semua media, politisi, pengamat. Mereka serukan: “Soeharto mundur!

Soeharto mundur! Gantung Soeharto!”.

Puncaknya pada Mei 1998 terjadi kerusuhan besar di Jakarta. Akhirnya

Soeharto pun menyerah, dia mundur. Sejak Soeharto mundur, masuklah

bangsa Indonesia ke era Reformasi.

Faktanya, sejak masuk zaman Reformasi, kehidupan rakyat Indonesia tidak

lebih baik.

[2]. Tahun 1999 Presiden BJ. Habibie mau ikut pencalonan sebagai

presiden. Beliau baru memimpin menggantikan Soeharto sekitar 1,5 tahun.

Melihat kenyataan itu media-media, pengamat, politisi, sepakat

mengeroyok Habibie. “Jangan Habibie. Dia koruptor. Dia anak emas

Soeharto. Pokoknya jangan Habibie.”

Banyak sekali seruan untuk menghadang Habibie. Padahal dia terbukti

berhasil mengendalikan kondisi bangsa setelah diamuk Krisis Moneter.

Alhasil Habibie tak bisa menjadi presiden lagi karena dibarikade oleh

kaum virus bangsa. Yang terpilih justru Gusdur.

Namanya Gusdur, sudah sakit2an, dan kontroversial, tak punya pengalaman

memimpin negara. Akibatnya negara morat-marit gak karuan. Nyaris negara

ini hancur kalau Gusdur lebih lama memimpin. Padahal media-media massa,

pengamat, politisi, akademisi, dan sejenisnya itulah yang sebelumnya

mengelu-elukan citra Gusdur.

Terbukti, dia tak bisa apa-apa. Habibie yang berkualitas ditolak,

Gusdur yang gak bisa apa-apa didaulat menjadi pemimpin.

[3]. Kondisi yang mengitari Jokowi saat ini mirip sekali seperti

kondisi menjelang Pilpres 2004.

Waktu itu media-media massa, pengamat, politisi, akedemisi kacung

sepakat mengelu-elukan SBY.

“SBY harapan baru indonesia. Orang ini hebat. Santun, tegas, cerdas.

Kasihan dia dizhalimi Megawati. Indonesia akan maju di tangan SBY. I

love U full.”

Begitulah segala puja dan puji mendukung SBY. Salah satu TV berita

termasuk yang amat “I love U full” ke SBY. Ini semua terjadi karena SBY

sudah direstui oleh jaringan pengusaha China asal Medan-Jakarta-

Surabaya.

Apa akibatnya setelah SBY jadi Presiden? Luar biasa, baru saja memimpin

Indonesia “diberi hadiah” Tsunami terbesar sedunia. Dan rentetan

bencana seolah tak ada habisnya di tangan orang ini. Tahun 2005 SBY

naikkan BBM lebih dari 100 persen. Rakyat semua megap-megap.

[4]. Tahun 2009 SBY nyalon lagi. Sebenarnya potensi SBY kalah sangat

besar, karena kepemimpinan dia selama 2004-2009 sangat menyengsarakan.

Tapi SBY cerdik, dia pandai memanfaatkan media dan lembaga-lembaga

surve untuk memenangkan citra. LSI, Saiful Mujani, Deny JA. termasuk

yang sangat agressif mendukung SBY. Media-media TV juga terus mengelu-

elukan SBY. SBY juga memainkan instrumen BLT untuk merebut simpati

rakyat. Dan dia juga masuk ke sistem kalkulasi online KPU.

Sistem software KPU inilah yang sangat mengancam proses pemilu secara

jujur. Setelah SBY jadi presiden lagi, penderitaan rakyat semakin

panjang dan lama. Selain itu banyak terkuak kasus-kasus korupsi yang

melibatkan elit-elit Demokrat.

[5]. Ada kejadian sangat aneh sekitar tahun 2008-2009, yaitu Mega

Skandal Bank Century. Ketika itu SBY, jajaran menterinya, Boediono,

para pengamat ekonomi UI, dan media-media partner secara intensif

menipu publik:

“Kalau Bank Century tidak diberi bailout, nanti akan menyebabkan dampak

sistemik. Waktu itu sedang terjadi Krisis Global.”

Padahal nilai aset Bank Century tidak ngaruh dalam industri perbankan

nasional. Kalau pun bailout itu dibenarkan, mengapa dana talangan yang

semula disepakati sekitar 600 miliar membengkak sepuluh kali lipat

menjadi 6,7 triliun?

Bahkan pencairan yang triliunan rupiah itu dilakukan di hari Sabtu dan

Minggu, tanpa melapor Wapres (Jusuf Kall)? Tetapi SBY dan media-media

partner terus berkilah “dampak sistemik”. Ya begitulah, rakyat terus

ditipu, ditipu, dan ditipu lagi.

[6]. Media-media massa, pengamat, akademisi, politisi, juga berperanb

sangat kuat dalam menggulirkan opini seputar Bibit-Chandra (dua ketua

KPK).

Waktu itu keduanya sedang berhadapan dengan Susno Duadji. Media

mengangkat isu “Cicak Vs Buaya”.

Semua media waktu itu sepakat berdiri di belakang Bibit Samad dan

Chandra Hamzah. Keduanya menyebut istilah “kriminalisasi KPK”. Alhasil

kedua pimpinan KPK mendapat dipensasi hukum. Mereka tidak diadili atas

tuduhan apapun.

Padahal menurut Muhammad Nazaruddin, Chandra Hamzah pernah datang ke

rumahnya, lalu menerima titipan uang. Terbukti kemudian pengakuan

Nazaruddin sering terbukti di persidangan.

Media-media massa dan pengamat begitu bernafsu membela Bibit-Chandra,

sampai mereka lupa bahwa SBY sudah melakukan campur tangan hukum dengan

membentuk tim pencari fakta. Itu pelanggaran tatanan kenegaraan.

[7]. Terkait perkembangan dakwah Islam. Media-media massa, para

pengamat, politisi, akademisi, pejabat, dan seterusnya sepakat mengelu

-elukan dai kondang, Aa Gym.

Semua TV punya siaran terkait Aa Gym. Kalau bulan Ramadhan tiba, Aa Gym

menjadi “raja media”. Aa Gym disukai karena: tak pernah bilang “orang

kafir”, tak pernah bilang “orang sesat”, tak pernah bilang “Syariat

Islam”, tak pernah menyinggug perasaan penganut agama lain, dan

seterusnya.

Tetapi ketika Aa Gym ketahuan melakukan poligami, seketika itu dia

dihujat, dihajar habis, dikuyo-kuyo sampai tandas, dizhalimi sedalam-

dalamnya. Alhasil Aa Gym merasa “sakit hati” dan tidak seramah dulu ke

media-media massa.

Masyarakat sebagai pengagum Aa Gym pun tinggal mengikuti saja. Apapun

yang dikatakan media massa, mereka amini. Media bilang A, ya diikuti A;

media bilang merah, diikuti merah; media bilang ‘kacau’, rakyat pun

ikut berseru ‘kacau’. Kok gak meras malu ya…

[8]. Tahun 2012 Jokowi-Ahok jadi kandidat Gubernur DKI. Media-media,

pengamat, politisi, juga ramai-ramai dukung keduanya agar jadi gubernur

DKI.

Semua sepakat Jokowi-Ahok harus gusur “kumisnya” Foke. Hanya beberapa

lama setelah terpilih jadi gubernur, Jokowi keteteran. Ahok kerjaannya

marah-marah mulu, seperti orang stress. Dan lebih parah lagi, Jokowi

akhirnya lebih banyak bekerja untuk PERSIAPAN JADI PRESIDEN, bukan

bekerja membereskan masalah DKI Jakarta.

Lha, orang ini katanya jujur, amanah, rendah hati, tidak neko-neko;

tapi justru kemaruk jabatan. Satu belum kelar, sudah nafsu ingin

jabatan lain. Kata orang Sunda, ngurauk ku siku. Mau merengkuh apa saja

dengan sikunya, karena saking rakus.

Sampai di sini kita jadi paham, bahwa memang rakyat kita begitu mudah

dibodoh-bodohi. Sedangkan kaum cerdik-cendekia, para ilmuwan dan

terpelajar, sibuk menyelamatkan urusan ekonomi masing-masing. Mereka

tak berani turun ke landasan untuk mencerahi masyarakat.

Untuk menyalakan suluh kebenaran. Mereka bersembunyi di balik segala

kemapanan dan keenakan hidup yang sudah dinikmati.

Media-media massa, pengamat, politisi, akademisi bayaran, dan

seterusnya mereka terus-menerus berdzikir dengan kata-kata: “Demi

Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.”

Tapi kelakuan mereka busuk. Moral mereka lacur. Mereka gadaikan

kehidupan rakyat dan bangsa, demi memenuhi syahwat hedonismenya. Kaum

virus bangsa itu tak henti-hentinya menipu, menipu, menipu, dan menipu

rakyat yang kebanyakan pelupa dan tidak kritis.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-

teen/2014/03/27/29664/virus-bangsa-menjangkiti-rakyat-sehingga-mudah-

lupa-dosa-penguasa.
READ MORE - Virus Bangsa' Menjangkiti Rakyat Sehingga Mudah Lupa Dosa Penguasa

Senin, 31 Maret 2014

Makanan Halal Berbuah Keteguhan dan Keberanian Dalam Jihad


Betapa Sheikhul Jihad Abdullah Azza mengingatkan kepada kita semua, khuusnya para Mujahidin, hanya dengan makanan yang halal, yang akan dapat mengantarkan seseorang ke medan jihad. Sebaliknya, makanan haram, hanya membuat hati menjadi pengecut, dan kehilangan langkah menuju medan jihad.

Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam bersabda :

“Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan Dia tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintah orang-orang beriman seperti apa yang diperintahkan-Nya kepada para rasusl”.

Sesungguhnya orang beriman itu baik makanannya, minumnya, pakaiannya, kehidupannya, perkataannya, matinya, ruhnya dan jasadnya. Maka jadilah kalian orang-orang yang baik agar para malaikat yang baik menyambut kalian seraya mengatakannya :

“Selamat sejahtera bagimu berkat kesabaranmu, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. (QS : Ar-Ra’d : 24)

“Kepada mereka para malaikat mengatakan, ‘Selamat sejahtera bagimu, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS : An-Nisa’ : 32)

Awasilah dirimu, awasilah ibadahmu! Jika tidak, kamu tidak akan mampu meneruskan perjalanan. Untuk itu, sumber  energi yang kamu gunakan haruslah mengandung berkah, makananmu harus dari yang halal, sehingga kamu dapat melanjutkan perjalanan yang mubarak (diberkati) yang mendatangkan buahnya yang diberkahi, dan kamu menjadi seperti pohon yang baik.

“Akarnya kokoh dan cabangnya (menjulang) kelangit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya”. (QS : Ibrahim : 24-25)

Pernah pada suatu ketika saya bersama pemimpin mujahidin Abdur Rabbi Rasul Sayaf. Dia mengatakan padaku, “Kebanyakan do’a yang saya panjatkan kepada Allah di Multazam  dan ketika mengusap Hajar Aswad adalah, semoga Allah memaafkanku dari pertanyaan tentang harta yang telah Dia lelakkan di kedua tanganku.

Meskipun, saya telah berusaha untuk ketat terhadap keluarga dan diri saya sendiri, namun saya menganggap diri saya masih makan dari makanan mujahidin. Demikian pula, saya merasa takut tidak berlaku cermat dan adil terhadap apa yang saya bagi-bagikan kepada mujahidin, sehingga pada saat itu perhitungan dosaku sangat besar di sisi Rabbul ‘Alamin.

Seperti yang telah saya katakan, kalian telah meninggalkan kehidupan dunia dan telah meletakkan nyawamu di telapak tanganmu. Kamu telah menyerahkan ruhmu – yang menjadi modal hidupmu – karena hendak berkorban dengannya. Maka berwaspadalah kamu kepada pengorbanan yang lebih rendah dari pada itu. Mengingat kamu telah mengorbankan yang besar, maka korbankanlah pula yang lebih kecil. Dan sesungguhnya yang demkian itu, betul-betul terasa mudah bagi orang yang dimudahkan Allah atasnya.

Sesungguhnya jalan ini amat panjang dan jauh. Perjalanannya pun amat payah dan menyusahkan . Jihad ini sungguh berat. Tidak ada yang mampu menanggungnya kecuali mereka yang telah diteguhkan oleh Rabbul Alamin. Karena itu, jika engkau mendapatkan dalam hatimu rasa takut untuk memasuki front pertempuran, menghadapi musuh, atau takut untuk memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang munkar, telitilah kembali makananmu. Jika hatimu lemah, maka kelemahan itu pasti datang dari racun haram. Sebagian besar dari rasa ketakutan itu adalah disebabkan oleh makanan. Dan sebagian lagi lantaran panah yang lepas dari mata.

“Sesungguhnya memandang – yang haram – itu adalah anak panah dari anak-anak panah Iblis yang beracun. Barang siapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku, maka Aku (Allah) akan menggantikan untuknya kemanisan yang ia dapatkan dalam hatinya”.

Jika kamu merasa berat atau takut atau merasa gentar terjun ke kancah peperangan, maka evaluasilah kembali dirimu. Apa penyebab kelemahan yang menimpa hatimu? Apa rahasia rasa ketakutan ini dari dalam diri anak manusia? Padahal, Allah Ta’ala telah menjamin untuk meneguhkan dirimu, jika kamu benar-benar beriman.

“Ingatlah, ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman’. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka”. (QS : Al-Anfal : 12)

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya beriman mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana”. (QS : Al-Fath : 4)

Ketenangan adalah tentara yang dimasukkan Allah Rabbul Alamin ke dalam hati orang yang dikehendaki-Nya. Hati yang tumbuh dengan makanan halal, yang tiada berdenyut melainkan dengan keikhlasan kepada Zat yang memiliki sifat kemuliaan dan keagungan. Ketahuilah bahwa lidahmu terkadang bisa merintangai perjalananmu, telingamu terkadang bisa merintangi perjalananmu dan tanganmu bisa merintangi perjalananmu.

Konon ketika Bani Israel ditimpa kemarau panjang, mereka datang kepada salah seorang nabi dan berkata, “Biarkanlah kami keluar untuk meminta pertolongan Allah dan minta hujan”. Kemudian mereka keluar ke lapangan dan menengadahkan tangan mereka ke langit. Lalu Allah mewahyukan kepada Nabi-Nya bahwa kalian datang menemui-Ku dengan perut penuh makanan haram, kemudian kalian menginginkan Aku mengabulkan do’a kalian? Kembalillah kalian, sekali-kali Aku tidak akan memedulikan kalian!

Waspadalah selalau terhadap dirimu, terhadap anggota badanmu, terhadap lidahmu, terhadap telingamu, apa yang masuk ke dalamnya, terhadap mulutmu, apa yang masuk dan keluar dari sana, terhadap tanganmu, untuk apa kamu pergunakan, terhadap kakimu, ke mana ia kau bawa pergi. Dan jika kamu berlaku benar, maka sesungguhnya Allah bersama orang-orang beriman. Wallahu’alam
READ MORE - Makanan Halal Berbuah Keteguhan dan Keberanian Dalam Jihad

Rabu, 26 Februari 2014

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang Esa. Shalawat dan salam kepada Nabi terakhir, Muhammad bin Abdillah, serta keluarga dan sahabatnya.
Setiap umat memiliki hari besarnya masing-masing untuk mengenang dan menghidupkan moment tertentu atau untuk mengungkapkan kebahagiaan, kesenangan, dan syukur yang sifatnya berulang setiap tahun. Dan Allah mengetahui kecenderungan yang ada dalam diri manusia ini, karenanya Dia memberi petunjuk untuk mengapresiasikannya dengan cara yang mulia. Yaitu dengan mengingatkan hikmah penciptaan, tugas manusia, dan ibadah kepada Allah.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu berkata, "Ketika Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tiba di Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bermain-main (bersenang-senang) di dalamnya. Lalu beliau bertanya, "Dua hari apa ini?" Mereka menjawab, "Dua hari yang kami bermain-main (bersenang-senang) di dalamnya pada masa Jahiliyah." Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mengganti untuk kalian dua hari tersebut dengan Idul Adha dan Idul Fitri." (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu, "Hai Abu Bakar, setiap kaum memiliki hari raya, dan inilah hari raya kita." (HR. Bukhari).
Dua hadits ini menjadi dalil bahwa hari raya umat Islam hanya dua tersebut. Berbeda dengan hari raya selainnya, baik yang bersifat keagamaan, kenegaraan, atau duniawi.
Keutamaan Umat Islam
Banyak sekali nash syar'i yang menerangkan karakteristik umat ini yang berbeda dengan umat, agama, dan kelompok lainnya, agar menjadi umat terbaik. Yaitu umat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menjadi rasul terakhir dengan kitab suci al-Qur'an.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imran: 110).
Dalam hadits Mu'awiyah bin Haidah berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat. Kalian yang terbaik dan paling mulia di mata Allah 'Azza wa Jalla." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim).
Beliau bersabda lagi, "Penghuni surga ada 120 baris. Sedangkan umat ini sebanyak 80 barisnya." (HR, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Namun kenyataannya, pada zaman ini banyak umat Islam yang tidak memahami posisi dan kedudukan mereka. Malahan mereka tertarik dengan perayaan hari Natal dan tahun baru yang menjadi syi'ar agama Kristen. Hal ini disebabkan tidak adanya pemahaman yang benar dan lemahnya ikatan aqidah mereka. Sehingga mereka terkadang ikut-ikutan dengan budaya dan tradisi orang kafir, antara lain:
  1. Saling mengucapkan selamat hari raya Natal, saling kirim kartu lebaran baik melalui pos atau internet.
  2. Ikut serta memeriahkan hari Raya Natal di gereja, hotel, gedung serba guna, atau melalui media elektronik.
  3. Membeli pohon natal dan memasang patung Sinterklas (Santa Claus) yang katanya mencintai anak-anak dengan membagi-bagikan hadiah sejak malam Natal hingga malam tahun baru.
  4. Bermaksiat, melakukan kejahatan, dan mabuk-mabukan pada malam tahun baru serta bentuk-bentuk lainnya.
Perayaan Tahun Baru
Enam hari setelah Natal 25 Desember, tibalah tahun baru Masehi tanggal 1 Januari. Umat kristiani biasa menggabungkan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru. Tak sedikit umat Islam yang latah terjebak promosi kekafiran dengan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru Masehi.
Banyak keyakinan batil yang ada pada malam tahun baru. Di antaranya, siapa yang meneguk segelas anggur terakhir dari botol setelah tengah malam akan mendapatkan keberuntungan. Jika dia seorang bujangan, maka dia akan menjadi orang pertama menemukan jodoh dari antara rekan-rekannya yang ada di malam itu. Keyakinan lainnya, di antara bentuk kemalangan adalah masuk rumah pada malam tahun tanpa membawa hadiah, mencuci baju dan peralatan makan pada hari itu adalah tanda kesialan, membiarkan api menyala sepanjang malam tahun baru akan mendatangkan banyak keberuntungan, dan bentuk-bentuk khurafat lainnya.
Sesungguhnya keyakinan-keyakinan batil tersebut diadopsi dari keyakinan batil Nasrani. Yang hakikatnya, mengadopsi dan meniru budaya batil ini adalah sebuah keharaman. Karena siapa yang bertasyabbuh (menyerupai) kepada satu kaum, maka dia bagian dari mereka.
Di sisi lain, perayaan tahn baru dihiasi dengan gebyar maksiat. Demi menunggu momen pukul 00.00 banyak orang rela menghambur-hamburkan harta secara mubazir untuk pesta kembang api, pesta miras, festival hiburan yang berbaur pria dan wanita, perzinaan dan pesta maksiat lainnya.
Dari sini maka bisa diambil kesimpulan, bahwa tahun baru tidak boleh dijadikan sebagai hari yang dirayakan oleh umat Islam, dengan dua alasan: Pertama, mengandung nilai keagamaan yang kufur.
Kedua, mengandung nilai kefasikan, berbuat seenaknya, berakhlak seperti binatang yang tak pantas ditiru manusia, terlebih oleh orang beriman.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat tegas melarang aktifitas yang membesarkan syi’ar kekufuran.
Dalam hadits shahih disebutkan, ada seseorang bernazar di masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk menyembelih unta di Bawwanah –yaitu nama suatu tempat-, ia lalu mendatangi Nabi dan berkata: “Aku bernazar untuk menyembelih unta di Bawwanah”, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: “Apakah di sana ada berhala jahiliyah yang disembah?” Mereka berkata: “Tidak”, beliau bersabda: “Apakah di sana dilakukan perayaan hari raya mereka?.” Mereka berkata : “tidak.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nazarmu, sesungguhnya tidak boleh menunaikan nazar yang berupa maksiat kepada Allah dan yang tidak mampu dilakukan oleh anak Adam.” (HR. Abu Dawud dan sanadnya sesuai syarat as-Shahihain).
Dari Abdullah bin Amru bin 'Ash Radhiyallahu 'Anhu, beliau berkata:
مَنْ بَنَى بِبِلاَدِ الأَعَاجِمِ وَصَنَعَ نَيْرُوزَهُمْ وَمِهْرَجَانَهُمْ وَتَشَبَّهَ بِهِمْ حَتَّى يَمُوتَ وَهُوَ كَذَلِكَ حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa yang tinggal di negeri orang-orang kafir, meramaikan peringatan hari raya nairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.” (Sunan al-Baihaqi IX/234). 
Penutup
Tradisi merayakan tahun baru dengan berbagai cara –langsung atau tidak- telah ikut-ikutan memeriahkan tradisi orang kafir. Syi’ar kekufuran semakin besar dan menjadi-jadi. Tanpa disadari umat Islam banyak terjebak pada tindakan tasyabbuh (menyerupai) dengan orang kafir dalam perayaan tersebut.
Di sisi lain, tradisi perayaan tahun baru dihiasi dengan berbagai kemaksiatan dan perkara yang disenangi syetan. Muslim yang baik hendaknya menghindari lagkah-langkah syetan
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2013/12/30/28400/syiar-agama-kafir-umat-islam-jangan-ikut-merayakan-tahun-baru/#sthash.dhNylmcd.dpuf
READ MORE -

Senin, 30 Desember 2013

Syi'ar Agama Kafir, Umat Islam Jangan Ikut Merayakan Tahun Baru

Sanbenito: Topi Kerucut Tahun Baru & Simbol Telah Murtad

Sahabat Voa Islam...
TAUKAH KALIAN ?
Topi Tahun Baru yg berbentuk kerucut ternyata adalah topi dengan bentuk yang di sebut SANBENITO, yakni topi yg digunakan Muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad dibawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan INKUISISI SPANYOL.
SANBENITO, TANDA MUSLIM TELAH MURTAD

SANBENITO adalah sebuah pakaian yang menandakan bahwa seorang muslim di Andalusia saat itu telah murtad.
Bagaimana bentuk pakaian itu? Jubah dan topinya??
SANGAT IRONIS!
Kini, 6 abad setelah peristiwa yang sangat sadis tersebut berlalu, para remaja muslim, anak-anak muslim justru memakai pakaian SANBENITO untuk
merayakan tahun baru masehi dan merayakan ulang tahun.
Meniup trompet-terompet ala topi SANBENITO di saat pergantian tahun. 
Perayaan-perayaan yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah yang justru nyata-nyata berasal dari kaum Kafir.
Kaum yang telah merampas kejayaan Muslim Andalusia, dan menghancurkan sebuah peradaban maju Islam, Andalusia.
Setelah kita tahu sejarah ini, apakah kita masih tega memakai SANBENITO? atau membiarkan anak-anak, adik-adik, sahabat-sahabat kita memakainya? padahal 6 abad yang lalu, SANBENITO adalah pakaian tanda seorang muslim telah MURTAD.
Tak hanya tahun baru, ternyata perayaan ulang tahun dan ospek atau lebih di kenal dengan orientasi siswa baru pin kerap menggunakan topi berbentuk kerucut, merupakan simbol seseorang telah menjadi murtad.

Tak disadari Sanbenito sudah di pakai sejak orientasi siswa tingka SD sampai perguruan tinggi.
Maka, orang tua yang merayakan anaknya ulang tahun, disertai topi kerucut, seraya mendoakan anaknya menjadi anak yang sholeh-sholehah, sama saja membuat pengumuman resmi anaknya telah murtad.
Mau tahu bagaimana sejarah topi kerucut yang identik dengan moment perayaan ulang tahun tersebut?  Dalam kajian Kristologi yang disampaikan Irena Handono, dahulu, pada masa Raja Ferdinand dan Ratu Isabela (keduanya penganut Kristiani) berkuasa di Andalusia -- ketika kaum muslimin dibantai – keduanya memberi jaminan hidup kepada orang Islam dengan satu syarat, yakni keluar dari Islam.
Maka untuk membedakan mana yang sudah murtad dan mana yang belum adalah ketika seorang muslim menggunakan baju seragam dan topi berbentuk kerucut dengan nama Sanbenito. Jadi, Sanbenito adalah sebuah tanda berupa pakaian khusus untuk membedakan mana yang sudah di-converso (murtad).
“Saat itu umat Islam di Andalusia dibantai, kecuali yang memakai Sanbenito. Itu sama artinya bersedia mengikuti agama Ratu Isabela.  Topi ala Sanbenito itulah sebagai simbol orang Islam yang sudah murtad. Topi itu digunakan saat keluar rumah, termasuk ketika ke pasar. Dengan menggunakan sanbenito, mereka aman dan tidak dibunuh,” ungkap Irena.
Setelah pembantaian selesai, agenda Ratu Isabela selanjutnya adalah mengejar muslim yang lari dan bersembunyi ke Amerika Selatan. Orang Islam yang tertangkap lalu diseret ke lembaga inkuisi (penyiksaan) yang dilaksanakan oleh orang gereja. Adapun pastur pertama  yang ditunjuk Ferdinand dan Isabela untuk melaksanakan inkuisi adalah pastur bernama  Torquemada. Ia adalah Jenderal Yahudi yang dikenal sebagai pembantai umat Islam Andalusia.
Bukan hanya orang Islam saja yang diseret ke lembaga inkuisisi, tapi juga orang yahudi yang menolak masuk Kristen. Di tanah lapang,  mereka kemudian ada yang dibakar hidup-hidup, ada pula yang disiksa dengan kayu yang diruncingkan sehingga bokongnya akan tertusuk. Penyiksaan lainnya ada yang dipatahkan kakinya. Kekejaman inkuisisi itu memang hendak membuat mati seseorang dengan secara perlahan, bahkan sambil tersenyum. Sadis!
“Ini menunjukan, Kaum Kristiani yang katanya memiliki slogan kasih, ternyata ahli di bidang penyiksaan, dan pembantai Muslim dan Yahudi.  Jadi, jangan dikira lembaga inkuisisi itu sudah tidak ada lagi. Juga jangan mengira Knight Templar itu sudah tidak ada. Lembaga Inkuisisi dan Knight Templar itu masih ada hingga saat ini. Buktinya, George W Bush pernah mengatakan, ia diperintah Tuhan untuk melakukan pembantaian dengan menyebut Muslim sebagai teroris,” papar Irena.  
Perang Media & Pemikiran
Irena Handono mengimbau, agar seluruh aktivis Islam menguasai media. Ia mengingatkan, bahwa saat ini, kita sedang perang media, pemikiran, budaya, dan peradaban (Ghazwul Fikr).  Menurutnya, perang itu ada dua macam, yakni: Perang Berdarah (War With Blood) dan Perang Tidak Berdarah (War Without Blood).
Perang berdarah, kata Irena, adalah perang konvensional (dibunuh lalu mati - selesai). Tapi kalau perang tidak berdarah, sesungguhnya jauh lebih jahat dari perang berdarah. Nah, untuk menghadapi perang tanpa darah, kita harus menggunakan strategi dengan media yang sama.
Irena Center misalnya, telah membuka kajian online, melalui jejaring social Facebook (FB) dan Twiter. Saat ini Irena Handono I pengikutnya sudah mencapai 5.000. Begitu juga akun Irena II dan Irena III. Sedangkan untuk akun tokoh jumlah pengikutnya sudah mencapai 79.784. 000.  Menariknya lagi, di kalangan pesantren kini juga telah membuka kajian Kristologi.
“Untuk kajian Kristologi via online, diantara pesertanya ada yang dari beberapa negara, seperti Brunei Darussalam, Swedia,  Amerika Serikat, Autsralia, bahkan seorang tenaga kerja asal Indonesa yang bekerja di Iran. Mereka datang dari berbagai profesi, mulai dari dokter spesialis, teknisi, maupun birokrat. Intinya, kita harus all out (habis-habisan) menghadapi perang tidak berdarah,” ungkap Irena.

READ MORE - Syi'ar Agama Kafir, Umat Islam Jangan Ikut Merayakan Tahun Baru

Rabu, 25 Desember 2013

Dampak Negatif Perbuatan Zina & 'Cabe-cabean'

Zina merupakan perbuatan yang sangat buruk dan tercela. Namun banyak kaum muda mudi dan pria hidung belang menghalalkan zina, kini istilah cabe-cabean menjadi istilah baru prostitusi remaja.

Fenomena Cabe-cabean yang kependekan makna dari 'Cewe Alay Bahan Exxxan' memang sangatt memprihatinkan.

Sebenarnya ini menjadi peringatan bagi para orangtua agar mengawasi anak-anaknya dengan ketat seperti yang pernah diungkapkan Psikolog Lembaga Terapan Psikologi UI Muhammad Rizal Psi

"Kalau tahu anak keluar malam, awasi dia. Kenapa diperbolehkan? Kalau concern anak kita anak perempuan, harusnya lebih dijaga" imbuhnya.

Padahal dari dulu hingga kini zina merupakan perbuatan yang sangat buruk dan tercela.

Sebagaimana Allah Azza wa jalla berfirman :

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)



Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [al-Isrâ’/17: 32]

Dalam ayat lain, Allah Azza wa jalla berfirman :

وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)



Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, [al-Furqân/ 25:68-69]

Dalam ayat ini, Allah Azza wa jalla menyebutkan perbuatan zina setelah perbuatan syirik dan setelah pembunuhan terhadap jiwa yang diharamkan Allah Azza wa jalla. Ini menunjukkan betapa perbuatan zina itu sangatlah buruk.

Dalam ayat lain, Allah Azza wa jallamenyebutkan sanksi bagi pelaku perbuatan nista ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (٢)



Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [an-Nûr/24:2]

Para ulama mengatakan : “ini sanksi bagi perempuan dan lelaki yang berzina apabila keduanya belum menikah. Sedangkan bila telah bersuami atau pernah menikah maka keduanya dirajam (dilempari) dengan batu hingga mati.

Dalam hadits yang shahih dinyatakan

لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهْوَ مُؤْمِنٌ

Tidaklah orang yang berzina itu beriman saat dia melakukan perbuatan zina [HR al-Bukhâri dan Muslim]

Dalam hadits lain dinyatakan:

مَنْ زَنَى وَشَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللَّهُ مِنْهُ الإِيمَانَ كَمَا يَخْلَعُ الإِنْسَانُ الْقَمِيصَ مِنْ رَأْسِهِ .

Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu sebagaimana seorang manusia melepas bajunya dari arah kepalanya. [HR al-Hâkim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dan as-Suyûthi memberi symbol sahih]



Zina yang terburuk adalah menzinahi ibunya sendiri, putrinya, saudari atau mahramnya yang lain. Dalam hadits dinyatakan:

مَنْ وَقَعَ عَلَى ذَاتِ مَحْرَمٍ فَاقْتُلُوهُ

Siapa yang menzinahi mahramnya maka bunuhlah! [HR al-Hâkim dan beliau shahihkan]

Berikut 27 Dampak Negatif Perbuatan Zina & Cabe-cabean:

1. Zina mengurangi agama seseorang

2. Zina menghilangkan sifat wara’

3. Zina merusak kehormatan dan harga diri

4. Zina mengurangi sifat cemburu

5. Pezina mendapatkan murka Allah Azza wa jalla.

6. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap

7. Zina menggelapkan hati dan menghilang cahayanya

8. Zina mengakibatkan kefakiran yang terus menerus.

9. Zina menghilangkan kesucian pelakunya dan menjatuh nilainya dihadapan Rabbnya dan dihadapan manusia.

10. Zina mencopot sifat dan julukan terpuji seperti ‘iffah, baik, adil, amanah dari pelakunya serta menyematkan sifat cela seperti fajir, pengkhianat, fasiq dan pezina.

11. Pezina menyeburkan diri pada adzab di sebuah tungku api neraka yang bagian atasnya sempit dan bawahnya luas. Sebuah tempat yang pernah disaksikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyiksa para pezina. [HR al-Bukhâri dalam shahihnya dari sahabat Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu].

12. Zina menghilangkan nama baik dan menggantinya dengan al khabîts, sebuah gelar yang sematkan buat para pezina

13. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kegelisahan hati buat para pezina

14. Zina menghilangkan kewibawaan. Wibawanya akan di cabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain

15. Manusia memandangnya sebagai pengkhianat. Tidak ada seorangpun yang bisa mempercayainya mengurusi anak dan istrinya

16. Allah Azza wa jallamemberikan rasa sumpek dan susah dihati pezina

17. Pezina telah menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapatkan kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di syurga

18. Perbuatan zina mendorong pelakunya berani durhaka kepada kedua orang tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga

19. Perbuatan zina dikelilingi oleh perbuatan maksiat lainnya. Jadi perbuatan nista ini tidak akan terealisasi kecuali dengan didahului, dibarengi dan diiringi beragam maksiat lainnya. Perbuatan keji menyebabkan keburukan dunia dan akherat

20. Pelaku zina wajib diberi sanksi; pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama setahun dari daerahnya sedangkan pelaku yang pernah menikah atau masih berkeluarga dirajam (dilempari) batu sampai mati

21. Zina merusak nasab

22. Zina menghancurkan kehormatan dan harga diri orang

23. Zina menyebabkan tersebarnya waba penyakit berbahaya, tha’un (lepra) dan tersebarnya penyakit kelamin yang umumnya sulit diobati, minimal penyakit syphilis

24. Perbuatan zina membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa. Dalam pepatah dikatakan :

كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ

Engkau akan dibalas sesuai dengan perbuatanmu

25. Zina menyebab balasan amalan shalihnya hilang sehingga ia bangkrut pada hari kiamat.

26. Dihari kiamat pelaku zina akan dihadapkan pada orang yang istrinya dizinai untuk diambil pahala kebaikannya sesuka sang suami sehingga tidak tersisa kebaikan sedikitpun

27. Anggota tubuh seperti tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan lisan akan memberikan persaksian yang menyakitkan. Allah Azza wa jalla berfirman :

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)



Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. [an-Nûr/ 24:24].

Itulah diantara sekian banyak efek negatif dari perbuatan zina. Semua ini memberikan gambaran betapa buruk dampak perbuatan nista ini dan alangkah rendah moralitas pelakunya. Efek negatif perbuatan tak senonoh ini tidak hanya akan dirasakan oleh si pelaku tapi juga oleh sang anak yang tidak tahu-menahu. semoga Allah Azza wa jallamelindungi kami dan seluruh kaum muslimin dari perbuatan keji ini.

(Diterjemahkan dari kutaib Khatarul Jarîmah al khuluqiyah, karya Syaikh Abdullah bin Jârullah bin Ibrâhîm al jârullâh & Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XII/Dzulhijjah 1429/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta) [jabir/voa-islam.com]
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/12/24/28278/27-dampak-negatif-perbuatan-zina-cabecabean/#sthash.kELwHt8e.dpuf
READ MORE - Dampak Negatif Perbuatan Zina & 'Cabe-cabean'

Selasa, 24 Desember 2013

Hukum Menerima Hadiah Nata


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Sebentar lagi kaum kristiani akan merayakan hari besar mereka, ulang tahun kelahiran 'anak tuhan' (dipertuhan) mereka. Berbagai pernak-pernik sudah banyak menghiasi di beberapa tempat perbelanjaan. Boleh jadi, kemeriahannya sama seperti saat hari raya kaum muslimin, Idul Fitri. Tidak berhenti di situ, berbagai event juga diadakan dalam rangka merayakan hari besar mereka. Dan terkadang di sela-sela acara ada pembagian hadiah baik berupa kue, roti, permen, atau lainnya.

Kita yang hidup di masyarakat boleh jadi memiliki tetangga yang beragama Kristen. Di hari besar mereka tersebut, terkadang ia bebagi kebahagiaan dengan mengirimkan makanan atau kue ke rumah kita. Seperti yang ditanyakan dalam forum Al-Islam Sual wa Jawab, "Tetanggaku seorang wanita Amerika beragama Kristen, ia dan keluarganya mengirimkan hadiah kepadaku saat hari Natal. Saya tidak kuasa menolak hadiah ini sehingga ia tidak marah kepadaku. Apakah saya boleh menerima hadiah-hadiah ini sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menerima hadiah dari orang kafir?"

Pertanyaan di atas dapat dijawab sebagai berikut: Pertama, Pada dasarnya boleh menerima hadiah dari orang kafir untuk melunakkan hatinya dan mengajaknya masuk Islam. Sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menerima hadiah dari sebagian orang kafir seperti dari Muqauqis dan selainnya.

Imam al-Bukhari membuat bab dalam Shahihnya, "Bab Menerima Hadiah Dari Orang-Orang Musyrik". Beliau rahimahullah berkata, Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam: Ibrahim 'Alaihis salam berhijrah dengan Sarah lalu masuk ke dalam satu desa yang di dalamnya ada seorang raja atau penguasa lalim, lalu sang raja berkata, ‘Berikan dia (Sarah) hadiah’. Dihadiahkan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam seekor daging kambing yang sudah dibubuhi racun. Abu Humaid berkata:Raja Ailah (Palestina) memberi hadiah seekor keledai baghal putih kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan Beliau (membalas) dengan memakaikan burdah kepada raja itu serta menetapkan baginya untuk tetap berkuasa atas negerinya."

Kedua,seorang muslim boleh memberi hadiah kepada orang kafir atau musyrik dengan tujuan untuk menta'lif (melunakkan) hatinya dan menarik minatnya masuk Islam. Terlebih jika ia masih kerabat atau tetangga. Umar bin Khathab pernah memberikan hadiah sebuah baju kepada saudaranya yang musyrik semasa di Makkah." (HR. Al-Bukhari, no. 2619)

Tetapi tidak boleh memberikan hadiah kepada orang kafir pada salah satu dari hari besar mereka, karena hal itu terhitung sebagai bentuk pengakuan dan kerja sama (ikut serta) dalam perayaan hari besar yang batil. Dan apabila hadiah itu berupa sesuatu yang digunakan untuk perayaan seperti makanan, lilin, dan semisalnya maka keharamannya tentu lebih besar. Sehingga sebagian ulama menghukuminya sebagai perbuatan kufur.

Imam Zaila'i al-Hanafi berkata dalam Tabyin al-Haqaiq (6/228): "Dan memberi (hadiah) dengan nama Nairuz dan Festifalnya itu tidak boleh. Maksudnya: hadiah-hadiah

Abu Hafs al-Kabir rahimahullah berkata: 'Kalau ada seseorang beribadah kepada Allah 50 tahun, lalu ia datang pada perayaan hari Nairuz dan memberikan hadiah satu telur kepada sebagian orang musyrik dengan tujuan mengagungkan hari tersebut, maka sungguh ia telah kafir dan terhapus semua amalnya.'

Pengarang al-Jami' al-Asghar berkata: 'Jika seorang muslim memberikan hadiah kepada muslim lainnya pada hari Nairuz, bukan berniat mengagungkan hari tersebut, tetapi sebatas kebiasaan pada sebagian masyarakat, maka ia tidak kafir. Tetapi selayaknya ia tidak melakukannya dengan menghususkan hari tersebut. Ia melakukannya sehari sebelumnya atau sesudahnya supaya tidak menyerupai (tradisi) kaum tersebut. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda: 'Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.'

Ia berkata lagi dalam al-Jami' al-Asghar: Ada seorang laki-laki membeli sesuatu pada hari Nairuz yang tak pernah membelinya sebelum itu. Maka jika ia bertujuan mengagungkan hari tersebut sebagaimana kaum musyrikin mengagungkannya, ia telah kafir. Jika ia berniat sebatas untuk makan, minum, dan bersenang-senang dengannya maka ia tidak kafir.)" selesai.

Disebutkan dalam kitab Mazhab Maliki, al-Taj wa al-Iklil (4/319): Ibnul Qasim tidak menyukai memberikan hadiah kepada orang Nashrani pada hari rayanya sebagai bentuk balas budi, dan yang semisalnya adalah memberikan hadiah daun kurma kepada orang Yahudi karena hari rayanya." Selesai.

Disebutkan lagi dalam al-Iqna' (kitab mazhab Hambali): "Dan diharamkan menyaksikan/menghadiri hari raya Yahudi dan Nashrani dan berjualan kebutuhan mereka di dalamnya serta memberikan hadiah kepada mereka karena hari rayanya." Selesai.

Bahkan seorang muslim tidak dibolehkan memberikan hadiah kepada muslim lainnya karena hari raya tersebut, sebagaimana yang telah disebutkan dalam pendapat ulama Hanafi.

    . . . tidak boleh memberikan hadiah kepada orang kafir pada salah satu dari hari besar mereka, karena hal itu terhitung sebagai bentuk pengakuan dan kerja sama (ikut serta) dalam perayaan hari besar yang batil . . .

Ketiga, adapun menerima hadiah dari orang kafir pada hari rayanya, maka tidak apa-apa. Itu tidak terkategori ikut serta dan mengakui perayaan tersebut. Tapi diterima atas dasar berbuat baik, melunakkan hatinya dan mendakwahinya untuk masuk Islam. Allah Ta'ala membolehkan berbuat baik dan adil terhadap orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin daam firman-Nya,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada emerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Tetapi berbuat baik dan adil tidak berarti berkasih sayang dan mencintai. Karena tidak boleh mencintai dan berkasih sayang dengan orang kafir serta tidak menjadikannya sahabat dan teman dekat. Allah Ta'ala berfirman,

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung." (QS. Al-Mujadilah: 22)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu. . . ." (QS. Al-Mumtahanah: 1)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya." (QS. Ali Imran: 118)

Allah 'Azza wa Jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim." (QS. Al Maidah: 51)

وَلا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS. Hudd: 113) dan masih banyak lagi dalil-dalil lain yang mengharamkan berkasih saying dan berkawan karib dengan orang kafir sebagai.

Syaikhul Islam al-Harrani berkata, "Adapun menerima hadiah dari mereka pada hari raya mereka maka telah kami jelaskan riwayat dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, dibawakan hadiah Nairuz (tahun baru Persia) kepadanya, lalu ia menerimanya."

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah, ada seorang wanita yang meminta kepada Aisyah. Ia berkata, "Pada kami ada wanita-wanita yang menyusui dari kalangan Majusi, mereka memiliki hari raya, lalu mereka memberikan hadiah kepada kami. Maka Aisyah menjawab: Adapun yang dsiembelih untuk acara hari tersebut maka janganlah kalian memakannya. Tetapi makanlah dari hasil tanaman mereka."

Dari Abu Barzah, ia memiliki tetangga orang-orang Majusi, mereka memberikan hadiah kepadanya pada hari Nairuz dan festifal mereka. Kemudian ia berkata kepada keluarganya: 'Jika berbentuk buah-buahan, maka makanlah. Dan yang selain itu maka jangan kalian memakannya.'

Semua ini menunjukkan tidak apa-apa menerima hadiah dari orang-orang kafir pada hari raya mereka yang tidak memiliki pengaruh terhadap perayaan hari raya mereka. Bahkan pada dasarnya, menerima hadiah dari mereka sama saja, baik pada saat hari raya mereka atau bukan, karena dalam menerima hadiah tidak ada unsur menolong mereka atas kemeriahan syiar-syiar kekafiran mereka. Hanya saja Ibnu Taimiyah memperingatkan, sembelihan ahli kitab pada dasarnya halal, kecuali apa yang mereka sembelih untuk perayaan hari rayanya, maka tidak boleh memakanya. Beliau berkata, "Sesungguhnya boleh memakan makanan ahli kita pada hari raya mereka, baik dengan jual-beli, hadiah, atau lainnya selain yang mereka sembelih untuk hari raya." (al-Iqtidha': 1/251)

Kemudian beliau menyebutkan riwayat dari Imam Ahmad yang berpendapat, tidak halal memakannya walau tidak disebut nama selain Allah Ta'ala atasnya. Beliau rahimahullah juga menguatkan kesimpulannya tersebut pada riwayat yang berasal dari Aisyah dan Abdullah bin Umar.

    . . . tidak apa-apa menerima hadiah dari orang-orang kafir pada hari raya mereka yang tidak memiliki pengaruh terhadap perayaan hari raya mereka. . .

Pada ringkasnya, boleh menerima hadiah dari tetangga yang Nashrani pada hari raya mereka dengan beberapa syarat:

Pertama, hadiah ini tidak berupa sembelihan (daging hewan) yang disembelih untuk merayakan hari raya tersebut.

Kedua, hadiah tersebut tidak termasuk yang digunakan untuk bertasyabbuh pada hari raya mereka, seperti lilin, pakain sinterklaus, trompet, dan asesoris natal lainnya.

Ketiga, hendaknya dijelaskan kepada anggota keluarga muslim hakikat aqidah al-wala' dan bara' sehingga tidak tertanam rasa cinta terhadap hari raya ini atau berharap hadiah dari orang Kristen saat natal.

Keempat, dalam menerima hadiah harus diniatkan untuk melunakkan hatinya dan membuat ia tertarik kepada Islam, bukan karena cinta dan sayang kepada mereka.

    . . . kami menolak hadiah Anda karena itu berupa sembelihan yang dipotong untuk perayaan Natal, dan ini tidak halal bagi kami. . .

Kelima, dalam menolak hadiah yang tidak boleh diterima harus disertakan penjelasan sebab menolaknya. Seperti disampaikan, kami menolak hadiah Anda karena itu berupa sembelihan yang dipotong untuk perayaan Natal, dan ini tidak halal bagi kami. Atau dengan mengatakan, yang berhak menerima ini adalah orang yang ikut dalam perayaan, sedangkan kami tidak merayakan hari raya ini, ini tidak diperintahkan dalam agama kami, ini bersinggungan dengan masalah keyakinan yang tidak dibenarkan dalam agama kami dan semisalnya yang bisa menjadikan masukan kepadanya sebagai bagian dakwah kepada Islam. Dan seorang muslim wajib berbangga dan merasa mulia dengan agamanya, menerapkan ajarannya, tidak boleh malu menyampaikan kebenaran agamanya atau berpura-pura menganggap baik agama selainnya. Karena, kepada Allah Ta'ala seharunya kaum muslimin itu malu. Wallahu Ta'ala A'lam.
READ MORE - Hukum Menerima Hadiah Nata

Rabu, 27 November 2013

Materi dan Pokok Pembahasan Bahasa Inggris UAS Ganjil SMK Hang Tuah Kelas X TP 2013-2014

·         Adjectives showing colours, quality, size, shape, age, origin, material
­   green, good, big, old, Indonesian, wooden, dsb.
·         Profession, nationality
·         Adjectives showing physical (appearance), non-physical (characteristic)
­   beautiful, humorous dsb
·         Nouns showing time, day, date, month, year
­   six o’clock, Sunday, 1st of May, July, 2006
·         Grammar review:
­   Singular – plural nouns.
            (book – books box – boxes child children fish – fish)
Untuk lebih lengkapnya silahkan diunduh di sini
READ MORE - Materi dan Pokok Pembahasan Bahasa Inggris UAS Ganjil SMK Hang Tuah Kelas X TP 2013-2014