marquee

Selamat Datang di Blog Kami

welcome

Berbagi itu Indah dan Senyum itu Sedekah

Rabu, 25 Juli 2012

khawatir hati...

tanpa terasa hidup ini sudah terjalani 34 tahun. lelah tapi tidak selelah orang yang mengalami lebih dari 34 tahun bahkan sampai ratusan tahun. di usia 34 ini tidak ada yang akan menerima karena usia sudah memasuki senja untuk berkarir dalam kepegawaian. kadang masa itu jahat tapi lebih jahat lagi peraturan negeri yang tidak memihak ke publik. peraturan dibuat sesuai selera penguasa negeri. awal nya mau berkarir sebagai diplomat karena kesukaan berspekulasi dalam berbagai bahasa asing. cita-cita awalnya pengen jadi diplomat melalui kemenlu tapi apa hendak dikata semuanya kembali ke peraturan. dibilang faktor nasib belum bertuntung, mungkin Tuhan berkehendak lain. sementara banyak yang lulus tidak melalui tes yang adil dan jujur. KKN membuat orang lain tidak berhasil karena tidak mampu atau mengharamkan sogok, nepotisme dan bentuk kecurangan lainnya..padahal bahasa Arab, Inggris dan sedikit Prancis sudah terkuasai...sungguh tidak adil hidup di negeri ini. keberuntungan hanya milik yang mempunyai akses KKN..setiap hari sedih tapi tidak ada yang mendengarkan, setiap saat air mata bercucuran tapi tidak ada yang peduli..mungkin dosa menumpuk di pundak ini atau Tuhan menguji..bolehkah mencicipi sedikit kebahagian secuil seperti mereka yang memiliki pekerjaan yang tetap dan penuh dengan kenikmatan..ku coba berbisnis tapi Tuhan belum membuka sesuatu ke mata saya...mungkin kekurangan saya adalah tidak bisa berbuat curang seperti yang lain di mana mereka telah berhasil..

oh Tuhan sampai kapan takdir baik untuk ku..
aku juga pengen seperti mereka..
ketawa, gembira dan penuh dengan canda dan tawa
aku pengen jadi diplomat tapi umur sudah sia-sia dengan laju nya masa

READ MORE - khawatir hati...

Selasa, 17 Juli 2012

Ramadhan bukan Maradona

Bulan Sya'ban akan berlalu ramadhan pun melaju. Sungguh luar biasa bulan ini sehingga nabi pun mengistilahkan bulan umatku. Karena memang semua amal ibadah yang dilakukan oleh umat Muhammad SAW dilipatgandakan pada bulan ini dan Allah membuka pintu rahmat, ampunan, dan berkahNya pada bulan shiyam tersebut. Maka tidak diherankan kaum muslimin dan muslimat berlomba dalam kebaikan mulai dari memberi perbukaan bagi orang berpuasa, berinfak untuk para fakir miskin dan sampai hampir setiap waktu shalat datang ke masjid. Namun di sisi lain, Ramadhan dianggap sebagai bulan musiman saja. ketika bulan ramadhan ini berlalu semua kebaikan pun menjadi semu.seharusnya ramadhan adalah discourse atau madrasah penempaan diri agar amal kebaikan semakin meningkat setelah ramadhan. ramadhan adalah workshop untuk perbaikan-perbaikan islam, iman, dan ihsan sehingga selepas ramadhan islam semakin menguat, iman semakin ketat, dan ihsan pun semakin meningkat. akan tetapi itu semua dianggap musiman. padahal alquran menginstruksikan untuk masuk islam secara kaffah (secara menyeluruh). ironisnya juga banyak orang beribadah 10 hari pertama sehingga kuantitas masjid pun penuh tetapi 10 menengah dan akhir masjid pun mulai sepi. padahal nabi menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan malam ramadhan dari awal dan akhir bahkan menganjurkan memperbanyak i'tikaf pada 10 akhir ramadhan. Ramadhan seolah-olah dianggap sosok tokoh yang diidolakan seperti seseorang mengidolakan Maradona dengan kelihaiannya mengocek bola. Padahal Ramadhan bukanlah Maradona atau Maradona bukanlah Ramadhan. Ia harus diidolakan selamanya dan secara total.

Bagaimanakah seorang muslim atau muslimah mengisi ramadhannya?

1. Memperbanyak doa
Memperbanyak doa agar :
a. Allah SWT memberi kesempatan kita untuk bertemu Ramadhan.
b. Saat bertemu Ramadhan kita dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
c. Kita bersemangat dalam mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shalih.
d. Kita dihindarkan dari berbagai hal yang akan mengganggu upaya optimalisasi Ramadhan.
2. Memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadhan.
Imam Nawawi berkata: disunnatkan bagi siapa saja yang mendapat kenikmatan baru yang tampak jelas atau bagi yang terhindar dari cobaan yang tampak jelas untuk melakukan sujud syukur atau memperbanyak pujian kepada Allah.
Dan merupakan kenikmatan terbesar saat kita mendapatkan taufiq untuk melakukan ketaatan, dan saat kita memasuki Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat adalah sebuah kenikmatan besar yang patut kita ekspressikan dengan memperbanyak pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT.
3. Bergembira dan ceria atas kedatangan Ramadhan.
Tersebut dalam hadits bahwa Rasulullah saw menyampaikan berita gembira kepada para sahabat tentang kedatangan bulan Ramadhan.
4. Menyusun perencaan yang baik untuk optimalisasi Ramadhan.
Banyak orang menyusun rencana matang dan rinci untuk urusan dunianya, namun, sering sekali lupa menyusun rencana yang baik untuk akhiratnya. Ini pertanda bahwa mereka belum memahami dengan baik missi hidupnya. Karenanya, banyak peluang kebaikan luput dari mereka. Mengingat Ramadhan banyak menjanjikan berbagai kebaikan, sudah selayaknya bila seorang muslim memiliki rencana yang matang dalam hal ini. Buku pendek yang ada di tangan anda ini semoga bisa membantu dalam hal ini.
5. Tekad yang sungguh-sungguh untuk optimalisasi Ramadhan, mengisi waktu-waktunya dengan berbagai amal shalih.
Siapa yang berazam dengan sesungguhnya kepada Allah SWT niscaya Dia akan sungguh-sungguh pula dalam merealisasikan tekadnya serta memberi pertolongan kepadanya untuk berbuat taat dan memudahkan berbagai jalan kebaikan. Allah SWT berfirman:
Tetapi jika mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (Q.S. Muhammad: 21)
6. Ilmu dan pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum Ramadhan.
Adalah kewajiban setiap mukmin untuk beribadah kepada Alalh SWT atas dasar ilmu dan pemahaman, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kwajiban-kewajiban yang telah Allah SWT fardhukan atas hamba-hamba-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah puasa Ramadhan. Karenanya, seyogyanya setiap muslim mengetahui masalah-masalah puasa dan hukum-hukumnya sebelum bulan puasa itu datang, agar puasa yang dia lakukan menjadi sah dan diterima di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman:
Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kalian tidak mengetahui (Q.S. Al-Anbiya’: 7).
7. Bertaubat
Tekad yang kuat untuk meninggalkan dosa dan keburukan, serta taubat yang benar dari segala kemaksiatan, mencabut diri darinya serta tidak akan kembali kepadanya, sebab bulan Ramadhan adalah syahrut-taubah (bulan taubat), oleh karena itu, siapa saja yang tidak bertaubat pada bulan ini, kapan lagi ia akan bertaubat?
Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung (Q.S. An-Nur: 31).
8. Pengkondisian jiwa dan ruhani
Pengkondisian jiwa dan ruhani melalui bacaan, telaah kitab dan buku, mendengar kaset Islami yang berisi ceramah atau pelajaran yang menjelaskan keutamaan-keutaam puasa dan hukum-hukumnya agar jiwa menjadi kondusif untuk taat. Rasulullah saw telah menyiapkan jiwa dan spirit para sahabat untuk optimalisasi Ramadhan pada akhir bulan Sya’ban. Beliau bersabda:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan… (H.R. Ahmad dan Nasa-i).
9. Persiapan dan perencaan yang baik untuk melakukan dakwah,
melalui:
a. Menyiapkan bahan-bahan ceramah yang baik untuk disampaikan dalam kesempatan-kesempatan kultum yang ada.
b. Membagikan buku-buku mau’izhah, dan fiqih terkait dengan Ramadhan.
c. Menyiapkan hadiah Ramadhan. Bisa saja isinya berupa buku, kaset dan semacamnya, lalu dikemas khusus dengan label: bingkisan Ramadhan・
d. Mengingatkan kepada orang-orang yang memiliki kecukupan untuk memperhatikan fakir miskin, memperbanyak sedekah dan menunaikan zakat.
10. Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih bersama:
a. Allah SWT dengan cara bertaubat dengan sesungguhnya.
b. Rasulullah saw dengan cara taat kepadanya dalam hal yang ia perintahkan dan meninggalkan segala yang dicegah dan dilarang.
c. Kedua orang tua, istri/suami, anak-anak, kerabat, sanak famili, handai tolan dan semacamnya.
d. Masyarakat tempat ia bertempat tinggal agar menjadi hamba yang shalih dan bermanfaat. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
Seutama-utama manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia





READ MORE - Ramadhan bukan Maradona

Sabtu, 07 Juli 2012

Photo: editorial cartoon di Harian Rakyat merdeka
'AL QUR'AN PUN DIKORUP'' (unpublished)Akhir ini kemenag disorot lagi dengan kasus korupsi pengandaan Alquran. Sehingga banyak yang terlibat dalam kasus ini. sementara Ramadhan sebentar lagi, selama bulan suci kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Pertanyaanya apakah Al-Qur'an yang kita baca masih akan menjadi berkah ketika dia merupakan hasil dari perbuatan korupsi?Pertanyaan ini sedikit ngawur yah? Tapi  jujur sempat terlintas di kepala saya.
Sampai akhirnya teman,  seorang alumni pondok pesantren memberikan jawaban seperti ini:

Persoalan Alquran sebagai bacaan suci dengan korupsi sebagai perbuatan hina itu dua hal yang berbeda. kita tak mungkin menolak naik kendaraan umum, menolak menggunakan baju, makan di restoran hanya karena itu semua dibuat oleh seorang kapitalis atau diciptakan dalam sistem yang kapitalistik

Nah, disinilah titik soalnya sebenaranya bahwa Al-Qur'an adalah 'kitab suci umat islam' dan hasil prodak korupsi sebenarnya adalah dua hal yang sangat berbeda. kesucian Al-Quran dan latar belakang proses kejahatan dibaliknya tidak bisa disatukan.
Zulkarnaen Djabar
Ketika terjadi Kasus korupsi anggaran pengadaan Alquran yang melibatkan kader Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar tidaklah lebih buruk dari prilaku korup lainya yang dilakukan oleh kader partai-partai lainya. Sama korup, sama-sama bejat!

Jadi persoalanya adalah pada sistim politik dan para aktor politik didalamnya. Ini juga menunjukan antara mereka yang menjadikan Partai Islam dan Al-quran serta Tuhan sebagai jualan dan mereka yang berasaskan beragam ideologi baik pancasila, nasionalistik atau apapun namanya 'potensi korupsi juga tetap sama'. Selama model rekrutmen politik kita masih seperti ini, hukum kita banci dan kepemimpinan nasional kita baik dari partai islam dan non islam masih mengunakan syahwat uang sebagai tujuan jangan berharap Al-Quran akan menjadi berkah dan Tuhan membuat 'politisi' takut melakukan korupsi!
READ MORE -

Sabtu, 23 Juni 2012

Keramahtamahan yang Hilang

"Bu, saya ingin mengurus KTP,  apa yang harus saya lakukan Bu ?, sambil menatap penuh kebencian si Ibu menjawab," Bapak tidak baca ya ada pengumunan di luar, di sana kan ada syarat2 nya. Bapak sebelum ke saya baca dulu dong atau ke meja yang satu lagi bagian pengumpulan data. saya ini bagian penyerahan KTP" sambil membuka Facebook nya dari tadi tidak kebuka juga.

itulah gambaran sepintas tentang suasana pelayanan di civil government (kantor pemerintahan) dan mungkin masih banyak lagi adegan atau aksi yang bermacam-macam mulai dari aksi diam, cuek dan bahkan marah kepada masyarakat yang meminta pelayanan. Aksi seperti ini sering terjadi dan muncul ketika ada masyarakat mau mengurus dokumen-dokumen penting yang notabene berkaitan dengan identitas. Baik berupa KTP, SIM, surat tanah dan lain-lainnya. Sementara di sisi lain ada warga yang berani dan frontal sambil berteriak dengan geramnya, "kalau sampean tidak bisa bekerja di sini, jangan jadi pegawai masih banyak yang hebat dari sampean". Ini juga yang pernah dialami penulis sehingga penulis pun bertriak seperti orang tadi. saking kesalnya karena sudah menunggu hampir seharian, sementara orang yang kenal dan akrab dengan petugas itu urusannya mulus dan tidak birokratis.

Dan ternyata berbeda dengan suasana pelayanan di kantor swasta seperti bank, asuransi dan social service lainnya. mereka lebih menyapa duluan sebelum kita menyapa mereka. mereka senyum duluan sebelum kita mulai senyum. kenapa ada perbedaan di stant pemerintahan dan swasta itu. apakah pegawai pemerintahan itu digaji pemerintah dan notabene PNS, sementara swasta tidak dan mereka takut kalau keramhtamahan itu tidak dikedepankan para pelanggan akan lari dan beralih ke tempat yang lain??

Keramahtamahan adalah sesuatu yang sangat khas dari bangsa kita. Dulu bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang amat ramah dan bersahabat dengan siapapun. Kalau kita menengok sejarah ke belakang sebentar, hampir semua agama besar yang ada di Indonesia sebenarnya adalah produk import, namun karena begitu ramahnya bangsa kita akan agama yang produk import itu bisa diterima, diserap dan kemudian sedikit “dimodifikasi” menjadi seolah-olah milik kita sendiri.

Sayangnya budaya atau karakter itu pelan tapi pasti mulai menghilang dari bangsa kita. Kita menyaksikan dengan mata telanjang hari-hari ini ada banyak amuk massa di hamper semua bagian negeri tercinta ini. Bangsa kita yang ramah, itu sekarang menjadi udah marah. Kenapa bisa demikian ?

Mencoba berpikir kritis atas fenomena ini, penulis melihat ada beberapa penyebabnya maraknya amarah di masyarakat kita:

1.Strata sosial yang senjang

Tak bisa dipungkiri, kesenjangan social cenderung memicu konflik. Kesenjangan social yang tajam memicu pemishan antara kami dan mereka. Antara I and You. Ketka keterpisahan itu tak terjembatani, maka sebuah isu kecil bisa meledakkan emosi amarah yang jau dari nalar waras. Berbagai kerusuhan social di Indonesia harus dilihat dari kerangka seperti ini. Ketika si polan yang tinggal di tepi sungai tidak lagi punya akses untuk bergaul dengan si Paul yang tinggal di real estate, maka kesalahan pahaman sedikit akan sangat mudah memicu benturan.

2.Permasalahan hidup yang pelik

Sebab ke dua merebaknya sikap agresif dikalangan masyarakat kita bisa dilihat dari semakin menggunungnya persoalan hidup yang menindih mereka. Mulai dari rumah yang tidak layak huni, kebutuhan harga barang-barang yang terus membumbung tinggi, biaya sekolah yang cenderung mahal sampai pajak yang terus dinaikkan oleh pemerintah, membuat rakyat hidup dalam tekanan.. Nah, ketika persoalan itu menjadi semakin berat dan mereka tidak lagi punya jalan untuk memecahkannya, maka rasa frustrasi karena himpitan persoalan hidup itu kemudian bermetamorfosis menjadi sikap mudah marah.
Sebenarnya ada 3 cara untuk “menangani” rasa frustrasi atas masalah hidup :

(a)Menekannya
Artinya anda menekan rasa frustrasi itu dan “menelannya” dalam hati. Lalu anda berpura-pura tidak ada masalah. Ini tidak sehat. Cepat atau lambat rasa sakit itu akan meledak!

(b) Mengulangnya
Artinya, terus memelihara rasa pahit kaena frustrasi itu bahkan mengulang/mengingat-ingat terus peristiwa yang menyusahkan hati. Ini sangat tidak sehat, karena membuat kita semakin terpuruk!

(c) Menyemburkannya
Ini yang paling berbahaya. Ibarat bendungan yang jebol, orang yang meyemburkan rasa frustrasinya akan cenderung melukai dan ”menyerang” orang-orang yang ada disekitarnya. Orang inggris punya ungkapan bijak untuk menggambarkan hal ini :” Hurting people, hurt people” = orang yang terluka, cenderung akan melukai oang lain. 

Nampaknya pilihan ke 3 diatas yang sekarang ini lebih sering diambil oleh sebagian masyarakat kita.

3.Tontonan yang tidak mendidik

Keadaan frustrasi social di atas diperparah oleh tontonan kekerasan yang amat sangat mencolok di televisi kita. Setiap kita membuka channel televisi, entah yang nasional, maupun regional, berita dan aksi kekerasan pasti tersajikan! Tanpa sadar semua aksi itu dilihat dan terekam dalam alam bawah sadar masyarakat kita. Akibatnya, ketika mereka memeiliki masalah yang hampir sama dengan yang dilihatnya di TV, bawah sadar mereka akan mendorong untuk melakukan pelampiasan yan sama.

4.Kehidupan ekonomi yang sulit

Ada ungkapan bangsa yang pemarah adalah bangsa yang rakyatnya lapar. Ternyata ungkapan tersebut terbukti secara ilmiah, bahwa orang yang lapar memang gampang sekali naik darah. Orang Inggris berkata : The hungry man is an angry man = orang yang lapar adalah orang yang mudah marah.

Kenapa rasa lapar membuat orang mudah marah?

Dari sebuah situs intenet penulis menemukan jawabannya demikian : Kemarahan adalah keadaan emosional yang disebabkan oleh keluhan atau suatu penderitaan. Orang bisa marah karena orang lain, karena ada kejadian atau karena dirinya sendiri.

Dilansir Livestrong, rasa lapar memang memicu amarah. Hal ini karena bila orang dibiarkan lapar dalam jangka waktu lama, maka kadar gula darah di dalam tubuhnya sangat terganggu. Akibatnya, pasokan glukosa (gula) yang mencapai otak menjadi berkurang. Di dalam darah, glukosa dikirim juga ke otak sebagai sumber energi yang antara lain berguna untuk mengontrol temperamen dan emosi negatif lainnya.

Rendahnya kadar gula darah atau hipoglikemia inilah yang akan membuat amarah seseorang menjadi naik, sehingga mudah tersinggung dan marah. Gula darah rendah juga dapat disertai dengan kecemasan, kelelahan dan sakit kepala.

Bila tingkat serotonin dalam tubuh rendah, juga dapat membuat orang mudah tersinggung dan marah. Serotonin adalah hormon yang berfungsi mengontrol suasana hati, nafsu makan dan tidur, juga merupakan hormon yang membuat orang merasa bahagia dan menghilangkan emosi negatif.

Serotonin disintesis dalam tubuh dengan bantuan asam amino yang disebut triptofan. Triptofan tidak terbentuk di dalam tubuh dan harus dipasok oleh makanan. Dengan demikian, menambahkan menu harian dengan makanan kaya asam amino esensial menjadi sangat penting.

Banyak ahli gizi di seluruh dunia juga merekomendasikan mengatasi amarah dengan makanan yang mengandung glukosa atau makanan peningkat suasana hati untuk mencegah rasa lapar. Diet yang kaya protein, lemak dan serat akan membantu mencegah kelaparan.

5.Berkembangnya masyarakat patembayan

Bergesernya bentuk masyarakat kita dari paguyuban menjadi patembayan,  memberi andil juga dalam berbagai tindak kekerasan. Masyarakat adalah suatu bentuk kehidupan bersama, dimana tiap-tiap anggotanya bersatu karena pengakuannya sama terhadap nilai-nilai hidup tertentu. Umumnya suatu masyarakat menpunyai dua sifat yaitu masyarakat Paguyuban (Gemeinscharft) dan Petembayan (Gesellscharft); Masyarakat paguyuban itu terjadi karena hubungan pribadi antar anggota-anggotanya yang menimbulkan ikatan batin antar mereka, misalnya keluarga, perkumpulan agama, dll. Sedangkan masyarakat petembayan terjadi karena antara anggota-anggotanya terdapat hubungan pamrih, hubungan yang terutama ditujukan untuk memperoleh keuntungan kebendaan, misalnya perkumpulan dagang, PT, CV, koperasi, dll. Kedua sifat-sifat ini dimiliki oleh setiap masyarakat, mana yang lebih signifikan tergantung dari kasusnya dalam melaksanakan hidup dan kehidupan.

Kalau kita cermati, masyarakat paguyuban cenderung bersifat komunal, sementara masyarakat patembayan cenderung bersifat individual. Nah, sikap individual yang cuek dan apatis terhadap orang lain inilah yang pada gilirannya mudah memicu konflik.
READ MORE - Keramahtamahan yang Hilang

Rabu, 20 Juni 2012

Malaysia Tor-tor, Indonesia Pun Dor-dor

Akhir-akhir ini Indonesia kembali digeramkan oleh klaim Malaysia tentang tari tor-tor dan gordang sembilan yang berasal dari Sumatra Utara dan suku Mandailing; Sebelumnya Malaysia juga pernah memainkan dan mengklain reog Ponorogo. Dan masih tergiang juga di telinga Malaysia mengambil lagu minase dan baju batik berasal dari mereka. Sehingga protes dan unjuk rasa pun terdengar di mana-mana. Pemerintahpun tidak tinggal diam dengan membentuk Komite Nasional Tentang Budaya pun dijadikan solusi untuk mengembalikan warisan rakyat itu dan sebagai citra negara dalam kesenian atau budaya. Sungguh ironis memang jika milik seseorang diklaim oleh orang lain sebagai pemiliknya. Dan ini tentu lebih kejam dari hanya sekedar plagiat budaya atau seni. Hanya saja dalam benak penulis timbul pertanyaan mengapa baru sekarang dibentuk Komite Nasional Budaya ketika budaya bangsa diklaim orang lain? dan mengapa Malaysia mengklaim atau meniru budaya negeri tercinta ini?


Sebetulnya Malaysia dan Indonesia, khususnya suku Melayu (yang berada di Sumatera dan sebagian Kalimantan) itu sedarah. Berasal dari turunan yang sama. Warna kulit sama, muka sama, bahasa, agama dan budaya pun sama.
Bahkan suku Melayu di Sumatera, Kalimantan dan Malaysia justru lebih mirip bentuk tubuh/wajah, agama, bahasa dan budayanya ketimbang suku Melayu dengan suku Ambon dan Papua.

Coba bandingkan, apa bedanya wajah Siti Nurhaliza orang Malaysia itu dengan gadis dari suku Melayu di Indonesia atau dengan suku Sunda, Jawa, dan sebagainya? Nyaris tak ada bedanya.

Sebaliknya bandingkan orang dari Ambon atau Papua, misalnya Rully Nere dengan orang Indonesia dari suku Melayu, Sunda, atau Jawa. Niscaya kita bisa membedakannya meski sama-sama satu negara.

Hanya karena penjajahanlah maka suku Melayu ini terpisah. Malaysia (dari kata Melayu) yang dijajah Inggris menjadi negara Malaysia, sementara Indonesia dari berbagai suku (termasuk Ambon dan Papua) yang dijajah Belanda jadi negara Indonesia

Kerajaan Sriwijaya
Pada zaman Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Malaka dan Majapahit, Malaysia dan Indonesia itu satu negara: Negara Sriwijaya dan Negara Majapahit. Silahkan cek http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sriwijaya

Majapahit
Jadi kalau ada kesamaan bahasa, agama, dan budaya bukan karena Malaysia membajak budaya kita. Tapi mereka sama-sama suku Melayu seperti saudara-saudara kita di Sumatera dan sebagian Kalimantan.

Kalau ada penertiban Illegal Migrant (pekerja illegal) di Malaysia, di Jakarta pun nanti akan ada operasi Yustisi untuk menertibkan pendatang illegal. Padahal masih sama-sama satu negara. Kasus penertiban illegal migrant ini sering jadi faktor keributan antara Indonesia dan Malaysia.

Kita juga harus mewaspadai kelompok tertentu yang ingin agar bangsa Indonesia dengan Malaysia saling bunuh dan berperang dengan cara mengadu domba.

Malaka 
Sudah saatnya pemerintah Indonesia mencari solusi yang terbaik dan mengedapankan diplomasi yang mujarab ketimbang membentuk komite ini itu yang berujung menjadi proyek segelintir oknumnya. Atau merelakan kesenian teresebut mereka tiru karena mereka menganggap Indonesia juga bagian dari mereka alias satu rumpun dan memberikan kewenangan tanpa harus mengklaim bahwa kesenian atau budaya itu milik mereka. Memang selama ini yang dikenal oleh dunia adalah Malaysia bukan Indonesia. Hal itu dikarenakan sistem ekonomi dan mata uang mereka yang kuat dan stabil dan isu keamanan mereka pun hebat.
READ MORE - Malaysia Tor-tor, Indonesia Pun Dor-dor

Minggu, 17 Juni 2012

Kenyataan Isra' Mi'raj dengan Cerita Israiliyyat


Hampir setiap masjid, mushalla, majlis ta'lim dan pusat pengajian islam lainnya memperingati Isra' Mi'raj nya Nabi Muhammad SAW sehingga bermunculan para da'i, muballigh dan ustadz yang dianggap berkompenten menyampaikan tausyiah tentang isra' mi'raj mulai dari isi ceramah yang lucu dan kadang tidak nyambung dengan konten sampai ke konten serius tapi miss diagnosa atau analisa. Sebagai seorang mukmin yang sejati tentu kita wajib mempercayai peristiwa yang luar biasa ini sebagaimana disampaikan Allah:
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (Qs. Al Israa : 1)

Namum tidak ada salah dan dosa jika kita menganalisa ulasan-ulasan yang tidak masuk akal. Umumnya para penceramah menerangkan hikmah dari peristiwa Isra’ Miraj adalah turunnya perintah sholat 5 waktu. Hal tersebut berdasarkan sebuah hadits isinya cukup panjang yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya nomor 234 dari jalan Anas bin Malik.

Namun benarkah demikian ?

Melalui penelaahan hadits, secara riwayat adalah shahih karena terdiri dari para perawi yang tsiqoh(dipercaya). Akan tetapi secara matan (isinya) sebagian bertentangan dengan Al Quran dan hadits lainnya yang shahih.
Dengan demikian kedudukan hadits tersebut adalah dhoif (lemah) dan mualal (sisipan) karena isinya diselipkan cerita – cerita Israiliyat dari kaum Bani Israil, yang sengaja secara tersirat ingin mengagungkan bangsa mereka, serta mengecilkan peran Nabi Muhammad beserta pengikutnya.
Kelemahan hadits tersebut :
  1. Yang menjadi subjek memperjalankan Rasulullah Muhammad dalam Peristiwa Isra’ (perjalanan) yang bermakna Mi’raj (naik melalui tangga – tangga) adalah Allah Subhanahuta’ala (Qs.17 : 1), Dia yang Maha Berkehendak. Sedangkan di dalam hadits tersebut, diceritakan Nabi Musa yang menyuruh Nabi Muhammad untuk naik – turun sebanyak sembilan kali, guna mendapat pengurangan perintah sholat dari 50 rakaat menjadi 5 rakaat.
  2. Nampak pula dalam kisah palsu ini seolah Nabi Musa begitu perkasanya dan berilmu sehingga mampu mendikte Allah sehingga menuruti pandangan Musa alaihissalam dalam hal perintah sholat.
  3. Keganjilan tampak jelas dalam hadit ini, bahwa sebelum menuju langit Rosulullah sholat dua rakaat di Baitul Maqdis, sedangkan menurut kisah hadis tersebut, perintah sholat belum diterima.
  4. Dalam hadits ini menggambarkan bahwa Para Nabi yang sudah wafat sudah berada di langit. Sedangkan seluruh Manusia termasuk para Nabi yang sudah wafat berada di alam Qubur / Barzakh / dinding yang membatasi Alam Dunia dan Akhirat. Ulama menyebutnya alam genggaman Allah atas dasar Surah Azzumar ayat 42 menunggu datangnya Hari Berbangkit (Qs. 18 : 47)
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”. (Qs. 39:42)

dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. (Qs. 18 : 47)
  1. Nabi Muhammad adalah semulia para Nabi. Beliau tidak pernah membantah atau minta dispensasi (pengurangan) tugas dari Allah. Sedangkan yang biasa menawar dan membantah perintah Allah dan rasulNya sejak dahulu adalah orang kafir dari Bani Israil. Fakta ini dapat kita temukan dalam nash Al Quran dan Hadits yang shahih. Maka mustahil rosul kita mengadakan tawar menawar kepada Musa apalagi kepada Allah. Sedangkan seluruh rosul telah berjanji kepada Allah untuk beriman dan menolong misi Muhammad Rasulullah (Qs. 3:81)
dan (ingatlah), ketika Allah mengambil Perjanjian dari Para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan Hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai Para Nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.

Benarkah Isra Miraj adalah menjemput perintah Shalat ?

Untuk sama dipahami, kewajiban sholat sudah ditetapkan Allah pada tahun awal Kenabian dengan turunnya surah al Muzammil ayat 1 – 9, jauh sebelum turunnya Surah Al Isra pada tahun ke empat Kerasulan.

1. Dikatakan bahwa Nabi Musa telah mengusulkan kepada Nabi Muhammad  agar naik kembali menemui ALLAH untuk memohon perintah Shalat dikurangi dari 50 kali menjadi 5 kali sehari. Dalam hal ini timbul pertanyaan, apakah Nabi Musa lebih cerdas daripada Muhammad?
Apakah dengan itu orang-orang Yahudi bermaksud meninggikan Nabi pembawa Taurat daripada Nabi pembawa Alquran?

Sebaiknya orang-orang Islam mempertimbangkan masak-masak sebelum membenarkan dongeng tak teranalisakan itu.

2. Dikatakan Nabi Muhammad naik kembali menemui ALLAH untuk memohon agar perintah Shalat 50 kali sehari dikurangi dan dikurangi hingga menjadi 5 kali sehari, yaitu sepuluh persen dari jumlah yang ditetapkan bermula.

Semisalnya seorang pedagang menyatakan harga barangnya 50 rupiah kemudian sesudah tawar-menawar, barang itu dijualnya 5 rupiah, maka pada otak si pembeli akan timbul suatu anggapan bahwa pedagang itu sangat kejam atau kurang waras. Sebaliknya pedagang waras yang menghadapi penawar barangnya sepuluh persen dari harga yang ditetapkannya, tentu tidak akan meladeni penawar itu karena dianggapnya kurang waras.

Dalam pada itu Ayat 6/115, 10/64, menyatakan tiada perubahan bagi Kalimat ALLAH, dan Ayat 33/62, 35/43, menyatakan tiada perubahan bagi Ketentuan ALLAH dan Ayat 30/30 menyatakan tiada perubahan bagi Ciptaan ALLAH.

Jika masih berlaku tawar-menawar antara Muhammad dan ALLAH mengenai jumlah Shalat setiap hari, tentulah pernyataan ALLAH pada beberapa Ayat Suci tersebut tidak benar. Namun menurut pemikiran wajar, tidaklah mungkin berlaku tawar-menawar antara Khaliq dan makhIuk-NYA.

3. Dikatakan bahwa sewaktu Mi’raj, Nabi menjemput atau menerima perintah Shalat dari ALLAH, kemudian sesudah berjumpa dengan Musa, beliau naik kembali berulang kali menemui ALLAH untuk memohon keringanan. Hal ini menyimpulkan bahwa ALLAH tidak ada di Bumi atau di langit tempat Nabi Musa itu berada.

Sungguh keadaan demikian sangat bertantangan dengan Firman ALLAH yang banyak tercantum dalam Alquran, terutama Ayat 50/16, dan 7/3, di mana dinyatakan bahwa ALLAH ada di mana saja bersama setiap diri, malah DIA lebih dekat kepada seseorang daripada urat leher orang itu sendiri.

Sebab itu, nyata sekali keterangan tadi batal atau sengaja dimasukkan ke dalam masyarakat Islam oleh penganut agama lain dalam hal cerita-cerita israiliyyat. Wallahu a'lam.
READ MORE - Kenyataan Isra' Mi'raj dengan Cerita Israiliyyat