dokumen

marquee

Selamat Datang di Blog Kami, Kumpulan Artikel Islami, Ebook, berminat mengadakan seminar, pengajian ,pelatihan, motivastion solutin,Bintal,Bimbingan manasik haji, Hipnoterapi Call at 081372882814 and donate your fund for islamic development at BSM Rek. 7006428198 an. Robi Kurniawan

welcome

Welcome To Our Blog, Siap Melayani dan Memimbing Ummat

Sabtu, 07 Juli 2012

Photo: editorial cartoon di Harian Rakyat merdeka
'AL QUR'AN PUN DIKORUP'' (unpublished)Akhir ini kemenag disorot lagi dengan kasus korupsi pengandaan Alquran. Sehingga banyak yang terlibat dalam kasus ini. sementara Ramadhan sebentar lagi, selama bulan suci kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Pertanyaanya apakah Al-Qur'an yang kita baca masih akan menjadi berkah ketika dia merupakan hasil dari perbuatan korupsi?Pertanyaan ini sedikit ngawur yah? Tapi  jujur sempat terlintas di kepala saya.
Sampai akhirnya teman,  seorang alumni pondok pesantren memberikan jawaban seperti ini:

Persoalan Alquran sebagai bacaan suci dengan korupsi sebagai perbuatan hina itu dua hal yang berbeda. kita tak mungkin menolak naik kendaraan umum, menolak menggunakan baju, makan di restoran hanya karena itu semua dibuat oleh seorang kapitalis atau diciptakan dalam sistem yang kapitalistik

Nah, disinilah titik soalnya sebenaranya bahwa Al-Qur'an adalah 'kitab suci umat islam' dan hasil prodak korupsi sebenarnya adalah dua hal yang sangat berbeda. kesucian Al-Quran dan latar belakang proses kejahatan dibaliknya tidak bisa disatukan.
Zulkarnaen Djabar
Ketika terjadi Kasus korupsi anggaran pengadaan Alquran yang melibatkan kader Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar tidaklah lebih buruk dari prilaku korup lainya yang dilakukan oleh kader partai-partai lainya. Sama korup, sama-sama bejat!

Jadi persoalanya adalah pada sistim politik dan para aktor politik didalamnya. Ini juga menunjukan antara mereka yang menjadikan Partai Islam dan Al-quran serta Tuhan sebagai jualan dan mereka yang berasaskan beragam ideologi baik pancasila, nasionalistik atau apapun namanya 'potensi korupsi juga tetap sama'. Selama model rekrutmen politik kita masih seperti ini, hukum kita banci dan kepemimpinan nasional kita baik dari partai islam dan non islam masih mengunakan syahwat uang sebagai tujuan jangan berharap Al-Quran akan menjadi berkah dan Tuhan membuat 'politisi' takut melakukan korupsi!

Tidak ada komentar: