dokumen

marquee

Selamat Datang di Blog Kami, Kumpulan Artikel Islami, Ebook, berminat mengadakan seminar, pengajian ,pelatihan, motivastion solutin,Bintal,Bimbingan manasik haji, Hipnoterapi Call at 081372882814 and donate your fund for islamic development at BSM Rek. 7006428198 an. Robi Kurniawan

welcome

Welcome To Our Blog, Siap Melayani dan Memimbing Ummat

Rabu, 13 November 2013

Memuliakan bulan Muharram


DALIL DASAR HUKUM PUASA MUHARRAM

- Bulan Muharram termasuk salah satu dari bulan yang 4 (empat) yang disebut dalam QS At 

Taubah 36: فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.

- Hadits sahih riwayat Muslim
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Artinya: Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan 

Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat 

fardhu.

- Hadits sahih riwayat Muslim Nabi menganjurkan untuk puasa Asyura

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa 

setahun yang telah lalu.

- Hadits sahih riwayat Bukhari Muslim (muttafaq alaih) dari Ibnu Abbas tentang sunnahnya 

puasa hari Asyura (hari ke-10) bulan Muharram
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
Artinya: Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersemangat puasa pada 

suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari 

‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.

- Hadits sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas
قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا ؟ قَالُوا : هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ 
Artinya: Apabila Rasulullah S.A.W tiba di Madinah maka baginda telah melihat orang yahudi 

berpuasa pada hari kesepuluh (Muharram) maka baginda bertanya: Apakah ini?. Maka jawab 

mereka : Ini merupakan hari yang baik di mana pada hari inilah Allah SWT menyelamatkan bani 

Israel daripada musuh mereka maka nabi Musa berpuasa pada hari ini. Maka sabda baginda S.A.W 

: Maka aku lebih layak dengan nabi Musa daripada kamu maka baginda berpuasa pada hari ini. 

Dan baginda menyuruh untuk berpuasa pada hari ini

- Hadits sahih riwayat Muslim

” ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ ، صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ 
Artinya: Puasa 3 dari setiap bulan sejak dari Ramadan ke Ramadan berikutnya dianggap 

berpuasa setahun penuh. Sedangkan puasa hari Arafah pahalanya di sisi Allah akan 

menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Adapun puasa hari Asyura, 

pahalanya di sisi Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.

- Hadits sahih riwayat Tirmidzi tentang sunnahnya puasa Asyura dari Ibnu Abbas

أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصوم عاشوراء يوم العاشر
Artinya: Rasulullah menyuruh berpuasa Asyura pada hari ke-10 (bulan Muharram)

- Hadits sahih riwayat Muslim tentang sunnahnya puasa Tasu'a (hari ke-9) pada bulan 

Muharram. Nabi bersabda: لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Artinya: Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan


HUKUM PUASA BULAN MUHARRAM

Dari dalil-dalil Quran dan hadits di atas, maka ulama mengambil kesimpulan bahwa berpuasa 

pada bulan Muharram adalah sunnah: mendapat pahala apabila melakukan dan tidak berdosa apa 

tidak melaksanakannya.


HUKUM PUASA TASU'A (HARI KE-9) MUHARRAM

Berpuasa pada hari Tasu'a atau hari ke-9 (sembilan) bulan Muharram juga sunnah berdasarkan 

keumuman hadits sunnahnya berpuasa bulan Muharram. Menurut Imam Nawawi itu bertujuan untuk 

membedakan diri seorang muslim dengan umat Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura saja. 


HUKUM PUASA ASYURA (HARI KE-10) MUHARRAM

Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram. Ini berdasar pada pendapat At-Taibi dalam 

Tuhfadzul Ahwadzi (III/379), dan pendapat Az-Zain bin Al-Munir dalam Tuhfadzul Ahwadzi 

(III/383) yang mengatakn

الأكثر على أن عاشوراء هو اليوم العاشر من شهر الله المحرم وهو مقتضى الاشتقاق والتسمية

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (VIII/12) mengatakan:
وذهب جمهور العلماء من السلف والخلف إلى أن عاشوراء هو اليوم العاشر من المحرم ... وهذا ظاهر الأحاديث ومقتضى اللفظ

Berpuasa pada tanggal 10 bulan Muharram yang umum disebut dengan puasa Asyura (Asyuro) 

memiliki kesunnahan yang lebih dibanding hari-hari yang lain karena disebut secara khusus 

oleh Rasulullah dalam salah satu hadits yang dikutip di atas.


HUKUM PUASA BULAN MUHARRAM 1 BULAN PENUH 

Walaupun Nabi Muhammad tidak pernah melakukan puasa sebulan penuh pada bulan Muharram, namun 

sebagian ulama berpendapat bahwa berpuasa 1 bulan penuh pada bulan Muharram tidak dilarang 

berdasarkan pada hadits yang menganjurkan berpuasa pada bulan Muharram di atas. 

Secara umum, berpuasa sunnah 1 bulan penuh ada 2 (dua) pendapat ulama. Ada yang membolehkan 

dan ada yang menghukumi makruh. Yang mengatakan boleh antara lain adalah Ibnu Umar. Sedang 

ulama yang menghukumi makruh antara lain Ibnu Abbas. 

Pendapat yang membolehkan berdasarkan pada hadits sahih riwayat Muslim no. 1163 sbb:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم . فإذا صامه كله فهو طيب أو صام التاسع والعاشر والحادي عشر فذلك سنة .
Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa bulan Muharram. Apabila 

berpuasa sebulan penuh maka itu baik atau puasa hari ke-9 dan ke-10 dan ke-11 maka itu 

sunnah.

Selain dari dalil hadits di atas, ada riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi pernah shalat 

sunnah pada bulan Sya'ban sebulan penuh. Tapi terkadang Nabi puasa sunnah Sya'ban hanya 

sedikit berdasar hadits dari Aisyah dan Ummu Salmah.

Adapun ulama yang berpendapat bahwa puasa sebulan penuh pada bulan Muharrom hukumnya makruh 

berdasarkan pada hadits sahih riwayat Bukhari dari Aisyah

ما رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان وما رأيته في شهر أكثر صياما منه في شعبان
Artinya: Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadan. 

Dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sunnah yang lebib banyak dari bulan Sya'ban.

Tapi dalam hadits Bukhari yang lain ada tambahan: كان يصوم شعبان كله (Nabi pernah puasa Sya'ban 

sebulan pemuh). Sedang hadits yang sama dari riwayat Muslim teks hadits sbb: كان يصوم شعبان كله، كان يصوم شعبان 

إلا قليلا (Nabi pernah puasa Sya'ban sebulan penuh dan pernah puasa Sya'ban sedikit saja).

Kesimpulan: Puasa bulan Muharram itu sunnah. Puasa 3 hari sunnah. Puasa sebulan penuh juga 

sunnah. Terserah pilih yang mana. Semua ada dasarnya.


BACAAN NIAT PUASA MUHARRAM

Niat puasa pada bulan Muharram sama dengan niat puasa sunnah yang lain dengan perbedaan 

menyebut nama Muharram, atau Tasu'a dan Asyura pada masing-masing puasa tersebut. Lebih 

jelasnya sbb:

NIAT PUASA HARI TASU'A (HARI KE-9)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم تاسوعاء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi yaumi Tasu'a sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Tasu'a karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA HARI ASYURA (HARI KE-10)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi yaumi Asyura sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Asyuro karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA BULAN MUHARRAM (SELAIN KEDUA HARI DI ATAS)

Teks Arab: نويت الصوم في شهر محرم سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi syahri Muharrom sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada bulan Muharrom karena Allah Ta'ala


WAKTU NIAT PUASA MUHARRAM

Karena puasa pada bulan Muharram adalah puasa sunnah maka waktu niatnya dapat dilakukan pada 

malam hari sampai siang hari sebelum tergelincirnya matahari (sebelum waktu dzuhur).


MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM HARI ASYURA 

Mengusap kepala anak yatim pada hari Asyuro atau hari ke-10 bulan Muharram sudah menjadi 

tradisi di sebagian masyarakan muslim di Indonesia. 

Hukum mengusap anak yatim laki-laki atau perempuan adalah sunnah walaupun tidak harus 

dilakukan pada hari Asyura. Dasar hadits adalah sbb:

- Hadits riwayat Ahmad dengan sanad sahih:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ امْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ وَأَطْعِمْ الْمِسْكِي .
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan 

kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim 

dan berilah makan orang miskin.

- Hadits riwayat Ahmad
مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلا لِلَّهِ , كَانَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٍ ، وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمٍ أَوْ يَتِيمَةٍ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ " . وَقَرَنَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ .
Artinya: Siapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah maka ia akan mendapatkan 

kebaikan beberapa kali lipat dari setiap rambut anak yatim yang disentuh. Barang siapa yang 

berbuat baik pada anak yatim atau yatimah (perempuan) maka aku dan dia akan seperti ini 

(nabi mensejajarkan kedua jarinya).

- Hadits sahih riwayat Bukhari tentang menyantuni anak yatim
وَأَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.
Artinya: Aku dan pemelihara anak yatim, di surga seperti ini. Lalu beliau mengisyaratkan 

jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya sedikit.


PENDAPAT ULAMA WAHABI TENTANG PUASA MUHARAM SEBULAN PENUH

Di antara ulama Wahabi Arab Saudi terdapat perbedaan pendapat tentang soal ini. Ada yang 

menyatakan tidak sunnah, dan ada yang menganggap sunnah.

Salah satu ulama Wahabi yang menganggap puasa Muharam sebulan penuh tidak sunnah adalah Ibnu 

Utsaimin. Dalam Majmuk Fatawa wa Rasail, "Kitab Shiyam" Jilid 20 Al-Utsaimin menyatakan:
بعض الفقهاء يقولون: يسنُّ صيام شهر الله المحرم كله ويستدلون بقوله صلى الله عليه وسلم: "أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم"، ولكن لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما أعلم أنه يصومه كله، وأكثر ما يكون صيامه من الشهور بعد 

رمضان شهر شعبان، كما جاء في الحديث الصحيح عن عائشة رضي الله عنها، ولا يقال لمن صامه كله: إنه مبتدع، لأن الحديث المذكور قد يحتمل هذا، أعني صيامه كله كما ذكره بعض الفقهاء
Artinya: Sebagian fuqaha berpendapat bahwa puasa Muharam sebulan penuh itu sunnah dengan 

dalil hadits Nabi: "Puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa Muharram". Akan tetapi, 

sepanjang yang saya tahu tidak ada nash dari Nabi bahwa beliau pernah puasa sebulan penuh. 

Puasa terbanyak yang dilakukan Nabi selain Ramadan adalah puasa Sya'ban sebagaimana tersebut 

dalam hadits sahih dari Aiyah. Akan tetapi tidak dapat dikatakan pada orang yang puasa 

sebulan penuh sebagai bid'ah karena hadits Muharam di muka telah mencakup hal ini. Yakni, 

puasa Muharam sebulan penuh seperti yang dikatakan sebagaian fuqaha.

Sebaliknya, Muhammad Mukhtar As-Shankiti, salah satu ulama Wahabi yang lain dan anggota 

Haiah Kibar al-Ulama As-Saudiyah, berpendapat bahwa puasa Muharam sebulan penuh itu hukumnya 

boleh dan sunnah (mendapat pahala).
يجوز له أن يصوم المحرم كاملا ويجوز له أن يصوم منه يوما ويفطر يوما ، ويجوز أن يصوم بعضه، وأفضل ما فيه يوم عاشوراء لثبوت السنة فيه، وأفضل ما يكون أن يصوم يوما قبله مع عاشوراء هذا بالنسبة للأفضل في المحرم ، وأما ما يفعله بعض المتأخرين 

من الإنكار على من يصوم شهر المحرم كاملا فهذا أمر باطل؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم رغب في صيامه ، فمن صامه كاملا لا ينكر عليه بل يؤجر وتشحذ همته على ذلك ولا يثرب عليه فهو مأجور غير مأزور .
Artinya: Boleh puasa Muharam penuh dan boleh puasa selang seling (sehari puasa, sehari 

tidak). Boleh puasa sebagian. Puasa yang paling utama di bulan Muharam adalah hari Asyura 

karena ada hadits dan puasa sebelum Asyura. Adapun yang dilakukan sebagian ulama kontemporer 

yang mencela orang yang berpuasa penuh di bulan Muharam maka itu perkara batil karena Nabi 

menganjurkan puasa di bulan ini. Barangsiapa yang puasa penuh, maka ia hendaknya tidak 

dicela, justru diberi pahala..

Tidak ada komentar: