dokumen

marquee

Selamat Datang di Blog Kami, Kumpulan Artikel Islami, Ebook, berminat mengadakan seminar, pengajian ,pelatihan, motivastion solutin,Bintal,Bimbingan manasik haji, Hipnoterapi Call at 081372882814 and donate your fund for islamic development at BSM Rek. 7006428198 an. Robi Kurniawan

welcome

Welcome To Our Blog, Siap Melayani dan Memimbing Ummat

Rabu, 19 Agustus 2009

Untuk Sebuah Kemerdekaan

SETIAP masa yang dijalani akan terjadi perubahan. Hari berganti menjadi minggu. Minggu berganti menjadi bulan. Bulan berganti menjadi tahun. Tidak terasa, kita telah memasuki Agustus 2009. Bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Batam Agustus merupakan bulan keramat. Bulan tersebut adalah bulan kemerdekaan. Kita tahu, 17 Agustus 1945 dapat dijadikan titik tolak atau tanggal bangkitnya bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri dalam rangka meraih masa depan yang cerah.Sudah 64 tahun bangsa Indonesia melewati masa-masa perjuangan mengisi kemerdekaan. Selama itu tentu banyak suka dan duka yang kita rasakan. Masa 64 tahun bukanlah usia yang muda lagi, sudah setengah abad lebih. Menurut ukuran umur manusia sudah sangat dewasa atau mungkin sudah tua dan cukup umur.Kalau kita kaji dan renungkan lebih dalam lagi, kemerdekaan mempunyai beberapa arti tersendiri, baik secara fisik-material maupun mental-spiritual. Antara arti yang satu dengan yang lainnya tidak bisa dilepaskan karena saling berkaitan dan mempengaruhi. Arti kemerdekaan adalah sebagai berikut.Pertama, terbebas dari penjajahan bangsa lain atau bangsa asing. Bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini bisa terlepas dari kekuasaan penjajahan dengan pengorbanan yang sangat besar. Darah, jiwa dan raga serta harta benda yang tak terhingga telah menyatu pada bumi Indonesia, menjadi saksi berdirinya Republik Indonesia. Betapa besar pengorbanan bangsa Indonesia demi meraih kemerdekaan.Kedua, bebas dari rasa takut dan khawatir. Orang dikatakan merdeka apabila tidak dikungkung atau diliputi perasaan takut, cemas, dan khawatir yang berkepanjangan. Ia terbebas dari pikiran yang sempit dan pendek.Seandainya sudah terbebas dari rasa takut akan timbul keberanian, kreativitas, dan munculnya ide-ide baru. Di sini kemerdekaan merupakan modal untuk berkembang.Ketiga, bebas untuk mengemukakan pendapat, baik lisan maupun tulisan. Kebebasan untuk mengeluarkan pendapat merupakan hak setiap orang. Tentu saja dalam mengemukakan pendapat harus dilandasi rasa tanggung jawab, menghormati pendapat orang lain dan tidak asal mengeluarkan pendapat. Dalam mengeluarkan atau mengemukakan pendapat harus dibarengi kejujuran dan kebenaran. Jangan sampai mengemukakan pendapat berisi kebohongan dan fitnah.Keempat, bebas menentukan nasib sendiri. Orang dikatakan merdeka seandainya bebas untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Karena pada dasarnya, masa depan kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Jalan mana yang akan ditempuh, itu terserah kepada kita, apakah akan menempuh jalan lurus atau berliku. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tidak dibayangi, dikendalikan, dan mendapat tekanan dari orang lain. Kehadiran orang lain sifatnya hanya membantu, memberi saran atau informasi dan memotivsi. Pada akhirnya apa pun yang akan kita lakukan atau perbuat berpulang kepada diri kita masing-masing. Ingat, nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya.Beberapa arti kemerdekaan di atas hendaknya dijadikan bahan renungan dan introspeksi diri. Apakah kita sudah merasakan kemerdekaan yang sebenarnya? Jawabannya berpulang kepada diri kita masing-masing. Hati kecil pasti bisa menjawab. Mungkin seseorang telah merasakan atau menikmati arti kemerdekaan yang sebenarnya. Atau mungkin hanya kemerdekaan semu.Pada HUT Kemerdekaan Indonesia tahun ini, marilah kita mulai berbenah diri dan perbaharui apa yang menjadi kesalahan pada masa silam, jangan kita tiru dan ulangi lagi. Dengan semangat baru, kita lakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Apa yang telah Anda berikan dan lakukan buat negara?Kemerdekaan yang telah diraih bukan berarti perjuangan berakhir, tetapi justru perjuangan harus lebih keras lagi dalam rangka mengisi kemerdekaan, sehingga cita-cita bangsa dapat tercapai. Mengisi kemerdekaan perlu didukung oleh berbagai komponen atau unsur bangsa. Dengan kata lain, dalam membangun negara dan bangsa dibutuhkan kerja sama dari semua pihak sesuai dengan fungsi dan kedudukan atau statusnya.Kemerdekaan akan terwujud apabila didukung ulama dan cendekiawan yang sarat dengan ilmu. Ulama dan cendekiawan tempat kita bertanya karena mereka sebagai orang yang mempunyai ilmu yang luas. Ilmu merupakan senjata dan modal bagi manusia untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Dengan ilmu, hidup menjadi mudah.Pemerintahan akan berjalan dengan baik apabila ada umara atau pemimpin yang adil. Siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin bangsa hendaknya bersikap adil, bisa mendengar, merasakan, memahami, dan melakukan yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Pemimpin yang diharapkan yaitu yang bisa mengayomi dan mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar: